Atlet Muda Persinas ASAD Semarakkan Debar Final Piala Dunia 2026 di RRI Semarang
- 19 Jul 2026 08:49 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang- Atlet pencak silat muda Alif Yunus Kenzie Arnawama, siswa kelas IX SMIT Mutiara Hati Semarang dari Perguruan Silat Persinas ASAD, mengaku senang dapat menampilkan seni bela diri pencak silat dalam rangkaian kegiatan Dengar Bareng (Debar) Final Piala Dunia 2026 yang digelar di halaman LPP RRI Semarang, Minggu 19 Juli 2026.
"Acara hari ini sangat seru dan menarik sekali. Di sini banyak tenant, banyak sponsor, dan kegiatannya juga sangat seru. Menurut saya, acara ini sangat direkomendasikan untuk didatangi masyarakat," kata Alif usai tampil.
Alif menceritakan, dirinya mulai menekuni pencak silat sejak berusia 13 tahun atau saat duduk di kelas VII SMP. Awalnya ia tidak terlalu tertarik dengan olahraga bela diri tersebut, namun dorongan dari pihak sekolah membuatnya mencoba mengikuti latihan.
"Sebenarnya dari awal daya tarik saya ke pencak silat itu kurang, tetapi karena ada dorongan dari sekolah, saya mencoba berlatih. Lama-kelamaan saya semakin suka dan akhirnya menjadikan pencak silat sebagai cabang olahraga prestasi yang saya tekuni," ujarnya.
Keseriusannya berlatih membuahkan hasil. Pada 2025, Alif berhasil meraih medali emas dalam ajang Semarang Pencak Silat Open Championship. Prestasi itu berlanjut pada 2026 dengan menjadi juara pertama di Udinus Tugu Muda Championship.
Tak hanya itu, Alif juga meraih juara pertama Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kota Semarang jenjang SMP dan berhak mewakili Kota Semarang ke tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Menurutnya, pencak silat bukan hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, disiplin, serta memberikan pengalaman berharga melalui berbagai kejuaraan yang diikuti. "Yang paling saya rasakan dari pencak silat adalah kebersamaan dengan teman-teman saat latihan dan pengalaman dari setiap pertandingan yang saya ikuti," katanya.
Alif menilai kesempatan mengikuti berbagai turnamen sudah cukup terbuka. Ia mengaku mendapat fasilitas yang memadai dari perguruan maupun penyelenggara setiap kali mengikuti kejuaraan.
Untuk menjaga performa, Alif berlatih secara rutin. Bahkan, saat menjelang kejuaraan, intensitas latihan bisa meningkat menjadi setiap hari demi mempersiapkan diri menghadapi pertandingan.
Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari kedua orang tuanya yang selalu memberikan motivasi untuk terus berprestasi. "Orang tua sangat mendukung karena mereka ingin saya terus meraih prestasi di event-event berikutnya," ujar Alif Yunus Kenzie Arnawama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....