Usai Gagal di Piala Dunia, Korea Selatan Dihadapkan pada Reformasi Total
- 30 Jun 2026 11:08 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Kegagalan Timnas Korea Selatan melaju ke babak gugur Piala Dunia FIFA 2026 memunculkan dorongan untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sepak bola nasional. Evaluasi mengemuka setelah Taeguk Warriors tersingkir pada fase grup usai menelan dua kekalahan beruntun.
Dilansir dari Al Jazeera, Korea Selatan gagal lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik setelah kalah 0-1 dari Afrika Selatan pada laga terakhir Grup A. Hasil tersebut mengakhiri langkah semifinalis Piala Dunia 2002 itu lebih cepat dari yang diperkirakan.
Tak lama setelah pertandingan, pelatih Hong Myung-bo menyatakan mundur dari jabatannya pada Minggu, 28 Juni 2026. Sementara itu, masa depan kapten tim Son Heung-min di tim nasional juga menjadi perhatian setelah sebelumnya mengisyaratkan kemungkinan pensiun dari sepak bola internasional.
Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung turut menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas hasil yang diraih tim nasional. Menurutnya, kegagalan tersebut perlu menjadi momentum untuk membenahi tata kelola sepak bola nasional agar lebih baik ke depan.
Mantan kapten Korea Selatan, Park Ji-sung, menilai berbagai persoalan dalam pembinaan sepak bola sebenarnya telah terlihat sejak beberapa tahun terakhir. Ia berharap pengalaman di Piala Dunia 2026 menjadi pelajaran untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh.
"Pembinaan sepak bola nasional telah terlihat selama bertahun-tahun. Namun, pelajaran dari masa lalu kembali diabaikan," kata Park Ji-sung.
Korea Selatan sebenarnya mengawali turnamen dengan kemenangan 2-1 atas Republik Ceko. Akan tetapi, mereka kemudian kalah 0-1 dari Meksiko dan kembali tumbang dengan skor yang sama saat menghadapi Afrika Selatan, sehingga gagal melaju ke babak 32 besar.
Selain hasil di lapangan, perhatian publik juga tertuju pada Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA). Presiden KFA Chung Mong-gyu sebelumnya telah menyatakan akan mengundurkan diri setelah Piala Dunia berakhir, sementara keputusan Hong Myung-bo mencadangkan Son Heung-min pada laga terakhir juga menjadi bahan evaluasi.
Park Ji-sung berharap seluruh pemangku kepentingan menjadikan kegagalan di Piala Dunia 2026 sebagai titik awal untuk memperkuat pembinaan sepak bola Korea Selatan. Menurutnya, evaluasi yang menyeluruh diperlukan agar tim nasional mampu tampil lebih kompetitif pada turnamen internasional mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....