Tunisia Depak Lamouchi saat Piala Dunia, Kisah 1998 Terulang

  • 17 Jun 2026 13:00 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Tunisia membuat keputusan besar dengan mendepak pelatihnya, Sabri Lamouchi usai dibantai Swedia 5-1 di laga perdana Grup F Piala Dunia 2026, Senin (15/6/2026) waktu Indonesia. Terdepaknya pelatih di tengah berlangsungnya Piala Dunia, juga pernah terjadi pada tahun 1998 dengan memakan korban tiga pelatih.

Keputusan tersebut diumumkan Federasi Sepak Bola Tunisia (FTF), hanya beberapa jam usai pertandingan tersebut melalui media sosialnya. Mereka memutuskan mendepak Lamouchi yang masih memiliki kontrak hingga 2028, akibat hasil buruk yang mereka dapatkan di laga pembuka.

Mantan gelandang internasional Prancis ini sejatinya baru ditunjuk Januari lalu, menggantikan Sami Trabelsi yang dipecat usai tersingkir dari Piala Afrika 2025. Memang posisi Lamouchi sudah tidak aman, sejak menderita dua kekalahan di laga uji coba Juni lalu melawan Austria dengan skor 1-0 dan Belgia dengan skor 5-0.

Menariknya, kejadian pelatih yang dipecat di tengah Piala Dunia berlangsung bukan sekali ini terjadi. Tunisia pada Piala Dunia 1998 di Prancis diketahui melakukan hal yang sama, dengan mencopot pelatih Henryk Kasperczak pasca kalah beruntun melawan Inggris dan Kolombia di fase grup.

Masih di turnamen yang sama pula, pelatih Arab Saudi kala itu yaitu Carlos Alberto Parreira juga dipecat karena kalah di dua laga awal. Pelatih asal Brasil itu menelan kekalahan atas Denmark 1-0, serta dicukur Prancis dengan skor 4-0.

Cha Bum-kun yang melatih Korea Selatan juga ikut menjadi korban pemecatan, usai kala itu juga takluk di dua laga awal. Taegeuk Warriors pada saat itu ditaklukkan Meksiko 1-3 di laga pembuka, dan justru dibantai oleh Belanda dengan skor 5-0.

Tunisia kini dilaporkan akan menunjuk mantan pelatih Arab Saudi, Herve Renard untuk melanjutkan tugas Lamouchi menangani tim tersebut. Tugas pelatih asal Prancis itu juga tidak mudah, karena akan menghadapi Jepang dan Belanda di dua laga tersisa fase grup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....