Dick Advocaat Resmi Jadi Pelatih Tertua Sepanjang Sejarah Piala Dunia

  • 17 Jun 2026 14:00 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Kekalahan Curacao atas Jerman dengan skor 1-7, pada laga perdana Grup E Piala Dunia 2026, Senin (15/6/2026) dini hari WIB memunculkan rekor baru. Pelatih Curacao, Dick Advocaat menjadi pelatih tertua yang pernah menangani tim di putaran final Piala Dunia.

Pelatih asal Belanda tersebut tercatat berusia 78 tahun dan 257 hari, dan menjadi yang paling tua di turnamen kali ini. Capaian tersebut juga memecahkan rekor sebelumnya, yang pernah dipegang Otto Rehhagel saat menangani Yunani di Piala Dunia 2010 dalam usia 71 tahun, 10 bulan, dan 13 hari.

Menariknya, rekor Rehhagel yang bertahan selama 16 tahun itu pecah tiga kali di turnamen kali ini. Sebelumnya ada nama pelatih Afrika Selatan Hugo Broos yang tercatat berusia 74 tahun 2 bulan dan 1 hari, serta pelatih Ceko Miroslav Koubek yang berusia 74 tahun 9 bulan dan 10 hari.

Advocaat sendiri bukanlah nama sembarangan di dunia sepak bola, lantaran rekam jejaknya yang pernah menangani tim-tim besar. Tim seperti PSV Eindhoven, Glasgow Rangers, hingga Zenit Saint Petersburg pernah merasakan tangan dingin pelatih kelahiran The Hague tersebut.

Pelatih kelahiran 27 September 1947 ini menangani Curacao sejak Januari 2024, dan sukses meloloskan The Blue Wave ke Piala Dunia untuk pertama kalinya. Curacao sukses memuncaki klasemen Grup B Kualifikasi Zona CONCACAF, dengan tiga kemenangan dan tiga kali imbang.

Sejatinya Advocaat hampir saja melewatkan Piala Dunia 2026, lantaran memilih mundur dari kursi pelatih Curacao pada Februari lalu. Kondisi kesehatan sang putri yang menurun membuat Advocaat mundur, dan sempat digantikan oleh sesama juru taktik asal Belanda yaitu Fred Rutten.

Kondisi sang putri yang jauh lebih membaik, ditambah mundurnya Rutten karena masalah internal tim membuat Advocaat kembali menangani Curacao. Ini menjadi kali ketiga Advocaat tampil di Piala Dunia, setelah sebelumnya pada Piala Dunia 1994 bersama Belanda dan Piala Dunia 2006 bersama Korea Selatan.

Setelah dibantai oleh Jerman 7-1 di laga perdana, langkah Curacao di Grup E sedikit lebih berat untuk melangkah lebih jauh lagi. Mereka masih akan menghadapi Ekuador pada 20 Juni, dan pertandingan pamungkas menghadapi Pantai Gading pada 25 Juni.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....