Efek Berganda Pesta Bola Dunia bagi Ekonomi Lokal
- 12 Jun 2026 13:05 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID., Semarang-Gelaran Piala Dunia FIFA 2026 dinilai tidak hanya menjadi ajang olahraga terbesar di dunia, tetapi juga berpotensi menciptakan efek berganda, atau multiplier effect, bagi perekonomian lokal. Meski Indonesia tidak menjadi peserta maupun tuan rumah, tingginya antusiasme masyarakat diperkirakan tetap mendorong aktivitas konsumsi dan membuka peluang usaha di berbagai sektor.
Ekonom Universitas Semarang (USM), Ananda, mengatakan dampak ekonomi Piala Dunia dapat dirasakan melalui meningkatnya pengeluaran masyarakat untuk berbagai kebutuhan pendukung, mulai dari makanan dan minuman saat nonton bareng, pembelian merchandise, hingga paket internet. Menurutnya, transaksi tersebut akan memicu perputaran uang yang lebih luas di masyarakat.
"Ketika seseorang datang ke kafe untuk menonton pertandingan, ia tidak hanya membeli makanan, tetapi juga minuman dan kebutuhan lainnya. Pendapatan pelaku usaha kemudian digunakan kembali untuk membeli bahan baku, membayar pegawai, hingga bertransaksi dengan pemasok, itulah yang disebut multiplier effect," ujarnya, Jumat, 12 Juni 2026.
Ia menilai sektor yang berpotensi menikmati peningkatan aktivitas ekonomi tidak hanya kuliner dan kafe, tetapi juga penyelenggara acara, percetakan, usaha merchandise, transportasi daring, hingga penyedia layanan internet. Bertambahnya jumlah negara peserta pada Piala Dunia 2026 diperkirakan turut meningkatkan antusiasme masyarakat sehingga peluang usaha ikut terbuka lebih lebar.
“Ketika sebuah acara membutuhkan banyak orang atau manpower, pasti mereka akan menarik beberapa orang untuk bergabung. Meskipun sifatnya sementara, tetap akan ada kenaikan jumlah tenaga kerja dan paling tidak ada geliat dalam perekonomian ,"ujarnya.
Ia juga menambahkan, momentum tersebut dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk meningkatkan omzet, termasuk melalui penyelenggaraan nonton bareng maupun penjualan produk bertema sepak bola. Selain mendorong konsumsi, kegiatan tersebut juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan sementara guna memenuhi kebutuhan operasional selama berlangsungnya berbagai acara.
Meski daya beli masyarakat masih menjadi tantangan, ia meyakini antusiasme terhadap Piala Dunia tetap akan mendorong perputaran ekonomi, meskipun dalam skala yang lebih terbatas. Ia mendorong pelaku usaha memanfaatkan momentum empat tahunan itu dengan memberikan pelayanan terbaik dan menghadirkan program yang mampu mempertahankan pelanggan setelah euforia Piala Dunia berakhir.
Menurutnya, apabila dikelola dengan baik, Piala Dunia tidak sekadar menjadi tontonan. Akan tetapi, juga momentum memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....