Hujan Kartu Merah Meksiko Lawan Afrika Selatan Pecahkan Rekor
- 12 Jun 2026 11:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Pertandingan antara Meksiko melawan Afrika Selatan yang berakhir 2-0, menjadi pembuka tirai Piala Dunia 2026 pada Jumat (12/6/2026). Menariknya, laga pembuka ini menjadi laga perdana dengan kartu merah terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
Pertandingan pembuka tersebut berlangsung dengan cukup sengit, apalagi kedua tim menginginkan awalan positif di turnamen tersebut. Saking panasnya, wasit asal Brasil yaitu Wilton Sampaio harus mencabut tiga kartu merah di laga tersebut.
Kartu merah pertama diberikan Sampaio, ditujukan pada gelandang Bafana Bafana, Yaya Sithole di menit ke-50. Brian Guttierez yang menggalang serangan balik El Tri, ditabrak Sithole hingga terjatuh dan langsung diganjar kartu merah sehingga harus meninggalkan lapangan.
Pelanggaran gelandang asal klub Tondela tersebut, tergolong sebagai pelanggaran jenis Denying an Obvious Goal-Scoring Opportunity (DOGSO). Pelanggaran ini terjadi jika seorang pemain bertahan, menggagalkan peluang lawan mencetak gol dan bisa diganjar kartu merah langsung.
Kartu merah kedua tercabut dari saku wasit, yang lagi-lagi diberikan pada pemain Afrika Selatan. Themba Zwane menjadi pemain kedua yang diusir Sampaio, setelah dianggap menyikut Roberto Alvarado di menit ke-89 usai wasit mengecek VAR.
Bek Meksiko, Cesar Montes juga ikut diusir wasit pada masa injury time. Montes dianggap melakukan pelanggaran keras terhadap Khuliso Modau, dan menjadi pemain ketiga yang diacungkan kartu merah oleh Sampaio.
Laga ini memecahkan rekor terbaru di pertandingan pembuka Piala Dunia, dengan tiga kartu merah tercabut dari saku wasit. Sekaligus menjadi pertandingan keenam sepanjang sejarah Piala Dunia, dengan tiga kartu merah yang diberikan.
Pertandingan pembuka dengan kartu merah terbanyak, terjadi pada Piala Dunia 1990 yang mempertemukan Kamerun melawan Argentina. Wasit Michel Vautrot dari Prancis pada saat itu memberikan dua kartu merah, untuk Andre Kana-Biyik dan Benjamin Massing dari Kamerun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....