Pau Cubarsí Pemain Muda, Benteng Terakhir Spanyol

  • 07 Mei 2026 08:30 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pau Cubarsí telah bertransformasi dari sekadar talenta muda menjadi pilar pertahanan yang tak tergantikan, baik bagi Barcelona maupun tim nasional Spanyol. Di usianya yang baru menginjak 19 tahun, ia telah mengantongi lebih dari 135 penampilan profesional, angka yang luar biasa untuk bek tengah.

Kemampuannya dalam mendistribusikan bola dan visi permainannya yang tenang menjadikannya prototipe bek modern sejati. Dengan pengalaman menjadi starter di laga krusial seperti semifinal Liga Champions, Cubarsí membawa kematangan mental yang jarang dimiliki pemain seusianya menuju panggung Piala Dunia.

Dikutip dari fifa.com Pelatih Barcelona, Hansi Flick, bahkan tidak segan memberikan pujian setinggi langit atas konsistensi anak asuhnya tersebut. Flick menekankan bahwa kualitas pertahanan dan ketenangan yang ditunjukkan Cubarsí setara dengan elit dunia, terlepas dari usianya yang masih sangat muda.

Sementara Pelatih timnas Spanyol Luis Dela Fuente menyebut Cubarsi punya potensi yang tinggi.”Kami sudah mengenalnya sejak masih di akademi, jadi kami sangat menyadari bahwa dia memiliki potensi yang besar, Kami tidak pernah melihat usia pemain, hanya kemampuan mereka”

Perjalanan meteorik Cubarsí dimulai sejak debutnya di usia 16 tahun di bawah arahan Xavi Hernandez, dan sejak itu ia terus memecahkan rekor. Keberhasilannya membantu Spanyol meraih medali emas di Olimpiade Paris 2024 menjadi bukti nyata bahwa ia adalah pemenang alami.

Munculnya Cubarsí sekaligus menegaskan kembali reputasi La Masia sebagai pabrik pemain kelas dunia. Barcelona tidak hanya mahir melahirkan gelandang kreatif, tetapi juga bek tangguh yang mampu meneruskan warisan legendaris layaknya Gerard Piqué dan Carles Puyol.

Keterlibatan aktifnya dalam skema taktik Luis de la Fuente semakin memperkuat posisinya sebagai calon bintang utama turnamen. Meski tergolong baru di level senior, Cubarsí telah dipercaya bermain penuh dalam mayoritas laga kualifikasi terakhir, membuktikan bahwa ia adalah bagian inti dari strategi pembangunan serangan Spanyol.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....