Angka Kemiskinan Jateng Turun, Tersisa 3,34 Juta Jiwa
- 06 Feb 2026 09:41 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Angka kemiskinan di Jawa Tengah pada September 2025 turun hingga tersisa menjadi 3,34 juta orang. Data ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, Ali Said dalam rilis secara daring, Kamis 5 Februari 2026.
"Kalau kita bandingkan dengan Maret 2025, jumlah penduduk miskin mengalami penurunan 21,86 ribu orang. Jika dibandingkan September 2024, tercatat turun sebanyak 51,52 ribu orang," ujarnya.
Ali menyebut, ada sejumlah faktor yang memengaruhi perbaikan tersebut. Salah satunya, perekonomian Jateng yang tumbuh 5,37 persen secara tahunan pada triwulan III 2025.
Produksi padi juga naik sebanyak 484 ribu ton gabah kering gilin. Sementaram Tingkat Pengangguran Terbuka turun menjadi 4,66 persen.
Dijelaskannya, pengukuran kemiskinan dilakukan dengan pendekatan kebutuhan dasar atau basic needs approach. Garis Kemiskinan ditetapkan Rp570.870 per kapita per bulan.
Komposisinya terdiri dari kebutuhan makanan Rp432.788 dan nonmakanan Rp138.082 per kapita per bulan. Jika dihitung per rumah tangga, Garis Kemiskinan mencapai Rp2.557.498 per bulan.
Rata-rata anggota rumah tangga miskin pada September 2025 tercatat 4,48 orang. Angka ini menjadi dasar konversi perhitungan kebutuhan rumah tangga miskin.
Indeks kedalaman kemiskinan kota dan desa juga menurun dari 1,557 pada Maret 2025 menjadi 1,507 pada September 2025. Indeks keparahan kemiskinan turun dari 0,354 menjadi 0,338.
"Pada September 2025, Gini Ratio (ketimpangan pengeluaran) menurun dibanding kondisi Maret 2025. Dari 0,359 menjadi 0,350 atau turun 0,009 poin," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....