Tapak Suci Semarang Borong 69 Medali di Lawang Sewu Cup 2026
- 01 Sep 2026 09:51 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID -Semarang - Kontingen Tapak Suci Pimda 62 Semarang tampil gemilang di Lawang Sewu Cup 2026 dengan memborong 69 medali. Dalam kejuaraan yang berlangsung di GOR Universitas Semarang (USM), 28 hingga 30 Agustus 2026, kontingen tersebut meraih 24 medali emas, 33 perak, dan 12 perunggu.
Tidak hanya unggul secara perolehan medali, prestasi Pimda 62 juga dilengkapi penghargaan individu. Pesilat muda Qois dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Putra kategori Pra-Remaja, sementara Koordinator Official Pimda 62, Komarudin, S.Kom, meraih penghargaan sebagai Official Terfavorit.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi jajaran Pimda 62 karena diraih setelah para pesilat menjalani persiapan dan latihan panjang. Prestasi di Lawang Sewu Cup 2026 juga terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan momentum Milad Tapak Suci yang baru saja diperingati.
Komarudin mengatakan, keberhasilan para atlet tidak lepas dari kedisiplinan dan kerja keras yang mereka tunjukkan selama menjalani proses latihan hingga pertandingan.
“Hasil yang kita raih hari ini adalah buah dari kedisiplinan dan kerja keras anak-anak,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh tim official yang telah bekerja sama mendampingi dan mempersiapkan para pesilat. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama sekaligus menjadi motivasi untuk menghadapi kejuaraan berikutnya.
“Kemenangan ini milik bersama dan jadi pelecut semangat untuk kejuaraan berikutnya,” tambahnya.
Bagi Komarudin, torehan 69 medali bukan sekadar catatan prestasi di arena pertandingan. Capaian tersebut menjadi hadiah berharga bagi Pimda 62 dalam momentum Milad Tapak Suci, sekaligus menjadi hasil dari proses pembinaan yang telah dijalankan.
“Bagi Pimda 62, hasil ini menjadi hadiah ulang tahun di milad yang baru berlangsung,” tegasnya.
Sementara itu, Perwakilan Pendekar Tapak Suci, Mustam Efendi, S.Pd., P.Ma., menilai keberhasilan dalam kejuaraan tidak semata-mata diukur dari jumlah piala dan medali yang diperoleh. Kompetisi pencak silat, kata dia, juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan mental generasi muda.
“Bagi Tapak Suci, kejuaraan bukan sekadar tentang mengejar piala. Diharapkan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu melahirkan pesilat-pesilat berprestasi sekaligus generasi muda yang memiliki karakter dan akhlak mulia,” harapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....