Kisah Frits Yohanes, Dari Pekerja Migran hingga Pimpin IMI Jateng Dua Periode

  • 21 Agt 2026 11:42 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Perjalanan Frits Yohanes menjadi Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Tengah tidak dibangun dalam waktu singkat. Sebelum memimpin organisasi otomotif tersebut, ia lebih dulu merasakan pengalaman sebagai pekerja migran di Malaysia, pedagang kelapa di pasar tradisional, hingga mengembangkan usaha di berbagai sektor.

Pria kelahiran Puhpelem, Kabupaten Wonogiri, itu mengawali perjalanan hidupnya dengan bekerja di Malaysia selama kurang lebih dua tahun. Setelah kembali ke Indonesia, Frits memilih berwirausaha dengan menjual kelapa di pasar tradisional selama sekitar satu tahun.

Dari usaha sederhana tersebut, ia kemudian mengembangkan bisnis ke sejumlah bidang, di antaranya konstruksi, pertambangan, transportasi, hingga jaringan minimarket. Di tengah kesibukannya sebagai pengusaha, kecintaannya terhadap otomotif tetap menjadi bagian penting dalam kehidupannya.

Kecintaan terhadap dunia otomotif kemudian mendorong Frits membangun tim balap Putra Anugrah Racing Development (PARD). Tim tersebut mengikuti berbagai kejuaraan road race nasional dan menjadi pengalaman penting bagi Frits untuk memahami kebutuhan pembalap, mekanik, klub, hingga penyelenggara kejuaraan.

“Karena hobi saya memang otomotif, saya ingin ikut memajukan dunia otomotif di Indonesia. Khususnya di Jawa Tengah,” ujarnya, Rabu, 19 Agustus 2026.

Berbekal pengalaman tersebut, Frits memberanikan diri maju sebagai calon Ketua Umum IMI Jawa Tengah dalam Musyawarah Provinsi 2021. Meski saat itu belum pernah menjadi pengurus IMI, dukungan dari para pegiat otomotif membuatnya berhasil terpilih dengan selisih satu suara.

Dalam menjalankan kepemimpinannya, Frits menghadapi berbagai tantangan, mulai dari manajemen, koordinasi tim, hingga persoalan organisasi. Ia memilih memperbaiki tata kelola organisasi dengan mengedepankan transparansi dan kejujuran.

“Tantangan pasti banyak, mulai dari manajemen, tim, sampai berbagai persoalan organisasi. Cara saya mengatasinya adalah fokus memperbaiki manajemen agar tertata dengan baik, transparan, dan menjunjung tinggi kejujuran,” katanya. Prinsip tersebut juga menjadi pegangan Frits dalam membangun soliditas jajaran pengurus.

“Prinsip saya sederhana, bekerjalah dengan jujur, transparan. Tidak ada yang ditutupi, dan selalu membangun tim yang solid,” tegasnya.

Kepercayaan terhadap kepemimpinan Frits kemudian kembali diberikan oleh insan otomotif Jawa Tengah. Dalam Musyawarah Provinsi IMI Jawa Tengah di Solo Baru, 12 April 2026, Frits terpilih secara aklamasi untuk memimpin IMI Jawa Tengah periode 2026–2030. Ia menjadi satu-satunya calon dan mendapat dukungan penuh dari 28 klub anggota IMI Jawa Tengah.

Memasuki periode kedua, Frits tetap membawa slogan “Hobi Digagas, Prestasi Digas”. Slogan tersebut menjadi landasan untuk mendorong agar aktivitas dan komunitas otomotif tidak berhenti sebagai hobi, tetapi berkembang menjadi prestasi. Visinya adalah memajukan olahraga otomotif sekaligus mewadahi komunitas. Pembinaan pembalap lokal menjadi salah satu perhatian, sehingga atlet-atlet Jawa Tengah diharapkan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Ke depan, Frits ingin olahraga otomotif di Jawa Tengah tidak hanya berkembang di lintasan balap, tetapi juga memberikan dampak terhadap perekonomian daerah. Salah satunya melalui pengembangan konsep sport tourism dengan penyelenggaraan event otomotif berskala nasional maupun internasional.

“Harapan saya, hobi otomotif harus diiringi peningkatan prestasi balap yang lebih baik, komunitas juga harus tertib agar tidak mengganggu masyarakat. Dengan begitu, otomotif dapat menjadi bagian dari kemajuan pariwisata Jawa Tengah melalui program sport tourism dan event balap berskala nasional maupun internasional," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....