Lukas Arry Nahkodai PTMSI Jateng, Target Peningkatan Prestasi di PON

  • 01 Agt 2026 16:54 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Lukas Arry Dwiko Utomo terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Jawa Tengah periode 2026–2030 pada Sabtu 1 Agustus 2026. Lukas terpilih secara akalmasi pada Musyawarah Provinsi (Musprov) dan pelantikan pengurus PTMSI Jawa Tengah di Wisma Perdamaian, Kota Semarang.

Lukas mengatakan, peningkatan prestasi tenis meja Jawa Tengah dinilai mendesak menyusul capaian pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh–Sumut 2025 yang hanya meraih satu perunggu. Kondisi itu akan dijadikan pijakan untuk memperkuat pembinaan atlet dan memperluas kompetisi di seluruh daerah.

"Visi dan Misi saya, ke depan yang pertama adalah mengarahkan supaya Jawa Tengah mempunyai prestasi nasional. Dengan sinergitas yang selama ini sudah ada, saya sebagai orang baru di dunia PTMSI akan menggali banyak hal, termasuk sering berkoordinasi dengan Ketua Umum PB PTMSI mengenai pengembangan tenis meja di Jawa Tengah," ungkapnya..

Ia menegaskan, kepengurusan baru tidak akan berjalan dengan pola biasa, melainkan dituntut bekerja lebih keras demi mewujudkan peningkatan prestasi tenis meja Jawa Tengah. Dimana strategi yang akan dilakukan dengan peningkatan jumlah turnamen secara berjenjang untuk melahirkan lebih banyak atlet potensial.

"Targetnya bukan untuk leha-leha atau berdiam diri, tetapi justru harus bekerja keras dalam mewujudkan keinginan bersama meningkatkan prestasi tenis meja di Jawa Tengah. Kita akan memperbanyak event-event, baik di tingkat kabupaten, kota maupun provinsi," ujarnya.

Menurutnya, memasyarakatkan cabang olahraga tenis meja harus terus dilakukan melalui evet kejuaraan di tingkat kabupaten, kota maupun provinsi. Sehingga, masyarakat akan lebih cinta dan mengetahui cabor tenis meja dapat menorehkan prestasi.

“Bagaimana caranya ke depan tenis meja menjadi olahraga rakyat. Artinya di kampung-kampung, RT, RW, sampai sekolah-sekolah, tentu kita akan bekerja sama dengan stakeholder terkait untuk meningkatkan event-event seperti ini," katanya.

Lukas juga menegaskan, pembinaan atlet tidak dapat dipisahkan dari keterlibatan seluruh pengurus daerah agar proses regenerasi berjalan lebih optimal. Dimana prestasi tenis meja Jateng di kancah nasional PON Aceh-Sumut perlu untuk ditingkatkan.

"PON kemarin di Aceh hanya satu perunggu, maka harus diperbaiki dan dibuktikan dengan hasil yang nyata. Kita akan wujudkan bersama-sama melalui kepengurusan PTMSI provinsi dengan melibatkan teman-teman di kabupaten dan kota," ucapnya.

Langkah awal dalam kepengurusannya, Lukas akan fokus pada penyelenggaraan kompetisi yang lebih intensif sebagai sarana pembinaan atlet. Sehingga dengan banyaknya kompetisi, akan melahirkan bibit-bibit atlet potensial di Jateng.

"Gerakan pertama tentu memperbanyak turnamen dan event. Itu menjadi langkah awal yang akan kami lakukan," ucapnya.

Ketua Umum PB PTMSI, Peter Layardi Lay berharap kepengurusan baru PTMSI Jawa Tengah mampu membawa perubahan signifikan sekaligus mengangkat prestasi daerah pada PON 2028. Karena menurutnya, setiap kepengurusan memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga evaluasi tetap diperlukan untuk menghasilkan pembinaan yang lebih efektif.

" Kita berharap kepengurusan sekarang lebih baik dari sebelumnya. Dari sisi pembinaan atlet usia dini sebenarnya Jawa Tengah cukup baik dan kegiatannya juga cukup banyak," jelasnya.

Ia menyebut, peluang Jawa Tengah untuk kembali bersaing di PON masih terbuka lebar. Karena Jateng memeiliki banyak atlet muda potensial yang cukup menjanjikan bila dipersiapkan secara serius.

"Usia 15 tahun cukup bagus, sementara PON masih dua tahun lagi. Dengan pembinaan yang intensif selama dua tahun, peluang mencapai prestasi yang diharapkan sangat besar," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....