Kadisporapar Jateng Inginkan Pelatih Tinju dan Wasit Profesional

  • 09 Agt 2025 14:57 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Pengprov Pertina Jawa Tengah didorong untuk memproduksi pelatih tinju dan wasit/hakim yang profesional. Profesionalisme tak hanya menyangkut keahlian dan menguasai ilmu dalam melatih atau menilai pertandingan, tapi dalam hal perilaku.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar) Jateng Muhamad Masrofi saat membuka Penataran Pelatih dan Refreshing Wasit/Hakim Tinju Jateng Tahun 2025. Kegiatan tersebut digelar di Hotel Noormans, Kamis (7/8/2025).

''Saya berharap Pertina melahirkan produk pelatih yang bersertifikasi, sehingga para petinju berkualitass akan muncul di setiap daerah. Para pelatih dididik, wasit/hakim di-refresh agar pengetahuannya berkembang, dan perilakunya profesional, yaitu jujur dan punya emotional quotient intelligence atau bisa mengontrol emosinya,'' jelasnya.

Kegiatan yang diikuti 35 pelatih dan 15 wasit/hakim, dihadiri Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana dan Ketua Umum Pertina Jateng Kairul Anwar bersama jajaran pengurus harian. Masrofi mengakui, Jateng pernah punya petinju profesional bagus yang berangkat dari amatir, seperti halnya Chris John.

Dia ingin spirit mencetak bibit-bibit atlet berprestasi terus menyala pada diri pelatih tinju Jateng. Pada sisi lain, Ketua Umum KONI Bona Ventura Sulistiana berharap Pertina bisa mengembalikan tradisi medali emas pada PON XXII tahun 2028.

Dia optimistis ditengah kesibukan ketua umumnya, Pertina tetap bisa menjadi organisasi yang solid untuk mencetak para petinju yang mampu bersaing di tingkat nasional. Di sisi lain, Ketua Umum Pertina Jateng Kairul Anwar mengatakan, ada tiga hal yang menjadi perhatiannya sejak memimpin organisasi tinju ini.

Ketiganya ialah atlet, pelatih dan wasit/hakimnya sebagai sang pengadil. Ketiga item ini, kata dia, harus sama-sama dikembangkan SDM-nya.

''Maka dengan penataran dan refreshing ini, bukanya pada proses meningkatan kualitas dan kuantitas pelatih dan wasit/hakim tapi bisa memberi pemahaman mendalam tentang peraturan pertandingan dan teknik penilaian,'' kata Kairul. (Heri)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....