Pengurus IPSI Jateng Siapkan Pencak Silat Masuk Kurikulum

  • 04 Agt 2025 09:31 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Pengurus Provinsi(Pengprov) Jateng akan segera menindaklanjuti usulan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. Rencananya, olahraga pencak silat akan dimasukkan ke kurikulum di sekolah-sekolah.

Ketua Pengprov IPSI Jateng, Harry Nuryanto mengatakan, usulan Gubernur Ahmad Luthfi sangat bagus. “IPSI Jateng akan segera membuat roadmap yang dimusyawarahkan dengan seluruh padepokan pencak silat di Jateng,” katanya, Sabtu(2/8/2025).

Senada, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IPSI, Sugiono mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Tengah yang akan memasukkan pencak silat dalam kurikulum sekolah. Menurut dia, hadirnya pencak silat di sekolah-sekolah di Jawa Tengah bisa menjadi media untuk meningkatkan kekuatan mental, meningkatkan karakter, meningkatkan budi pekerti dari generasi-generasi muda.

"Pak Gubernur tadi perintahnya sudah sangat jelas, menjadikan pencak silat bagian dari pelajaran di SMA. Saya harapkan juga nanti ini bisa dilakukan dalam skala yang lebih besar di nasional,” kata dia.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan usulan tersebut saat menghadiri acara Pelantikan Pengurus Provinsi IPSI Jawa Tengah di Kota Semarang, Sabtu(2/8/2025). Ia menginginkan pencak silat dimasukkan dalam kurikulum sekolah, baik dalam materi mata pelajaran maupun ekstrakurikuler.

Menurutnya, seni bela diri asal Indonesia ini merupakan warisan budaya, memiliki nilai historis, serta sebagai salah satu pembangun karakter anak bangsa. "Mewakili Pemerintah Provinsi, Dinas Pendidikan kita, mulai besok perintah lisan saya: segera seluruh SMA harus punya materi pencak silat," kata Luthfi.

Oleh karenanya, pengurus IPSI Jawa Tengah diminta membuat kisi-kisi atau roadmap yang nanti akan ditempelkan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Roadmap itu meliputi teknik, pakaian, materi, sekolah, dan cara pengajaran.

"Kalau bisa, besok langsung rapat bareng. Tinggal nanti IPSI segera merapat ke Dinas Pendidikan," kata Luthfi.

Dalam mendukung pengembangan pencak silat, Pemprov Jateng juga sudah menyiapkan sejumlah alternatif lahan untuk membuat padepokan silat berstandar nasional maupun internasional. "Padepokan sudah kita siapkan beberapa alternatif lahan, tinggal IPSI memilih, luasnya minimal 1 hektare," ujarnya.

Menurutnya, hubungan antara pencak silat, terutama IPSI sangat erat dengan Jawa Tengah. Sebab, mantan Gubernur Jawa Tengah, KRMT Wongsonegoro juga pernah merangkap sebagai ketua IPSI.

Ikatan kuat tersebut, tentu harus diikuti dengan prestasi dari para atlet pencak silat Jawa Tengah. Masyarakat secara umum diharapkan dapat mengenal pencak silat sebagai cabang yang memiliki nilai-nilai budaya luhur.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....