Pengusaha Dorong Olahraga Biliar Masuk Ekstrakurikuler Sekolah

  • 02 Jul 2025 17:51 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Pemilik usaha Infinity Billiard & Café Semarang, Andy Setiawan berharap agar olahraga biliar bisa diadopsi sebagai kegiatan ekstrakurikuler resmi di sekolah. Sebab, olahraga ini tidak hanya sekadar permainan, tetapi juga melatih kecerdasan berpikir, konsentrasi tinggi, dan sportivitas.

“Kalau sedari dini sudah dikenalkan lewat ekstrakurikuler, anak-anak bisa menekuni biliar secara positif. Banyak potensi dari pelajar yang belum tersalurkan karena dianggap ini hanya hiburan orang dewasa,” kata Andy, Selasa (1/7/2025).

Dengan masuknya biliar ke dunia pendidikan, peluang munculnya atlet-atlet muda yang bisa mengharumkan nama Indonesia akan semakin besar. Saat ini, Indonesia memiliki sejumlah atlet biliar yunior yang berhasil mencatatkan prestasi gemilang dunia, dua di antaranya adalah Derin Asaku Sitorus dan Albert Januarta.

Derin Asaku Sitorus mencatat sejarah sebagai pebiliar Indonesia pertama yang meraih gelar juara dunia di level junior. Pada 22 Oktober 2023, ia berhasil menjuarai Junior World 10-Ball Championship yang digelar di Klagenfurt, Austria.

Sementara itu, prestasi Albert Januarta dari Provinsi Kepulauan Riau tak kalah membanggakan. Ia dua kali menjuarai turnamen internasional dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

Pengenalan biliar melalui jalur ekstrakurikuler dinilai akan membawa sejumlah manfaat untuk siswa. Baik dari sisi akademis, maupun pengembangan karakter.

Manfaat olahraga biliar bagi pelajar antara lain melatih konsentrasi dan perhitungan strategis. Biliar menuntut akurasi tinggi, konsentrasi penuh, serta kemampuan memperhitungkan sudut dan kekuatan untuk melatih kemampuan berpikir analitis siswa.

Manfaat kedua, yakni dapat membangun sportivitas dan disiplin. Seperti olahraga lain, biliar juga mengajarkan nilai sportivitas, kesabaran, dan ketekunan yang dapat membentuk karakter positif.

Menurutnya, agar biliar bisa masuk ke lingkungan sekolah, diperlukan kolaborasi antara sekolah, dinas pendidikan, dan Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI). Beberapa langkah konkret yang bisa dilakukan antara lain, menyusun kurikulum ekstrakurikuler biliar dengan pelatih bersertifikat, dan menyediakan fasilitas sederhana seperti meja mini biliar atau meja portabel.

Ia menambahkan, penting juga untuk mengadakan kompetisi antarsekolah tingkat kabupaten atau provinsi. Selain itu, sekolah juga bisa memberikan pelatihan karakter dan teknik bagi siswa sejak dini secara kontinyu.

“Kalau semua pihak mau bekerja sama, saya yakin biliar bisa jadi olahraga populer di kalangan pelajar. Siapa tahu, dari ruang kelas sekolah, muncul juara dunia baru dari Indonesia,” ucap pemilik rumah biliar di Semarang dan Purwokerto ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....