Pelatihan P3K, Antisipasi Cedera pada Olahraga Paralayang
- 22 Jun 2025 11:54 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Wahid Hasyim menyelenggarakan pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) khusus untuk komunitas paralayang. Kegiatan itu sebagai upaya meningkatkan kesiapan dan kemampuan tanggap darurat untuk antisipasi risiko cedera dalam olahraga ekstrem.
Dekan FKIP Unwahas, Dr. Muhlisin MPd menyebut kegiatan ini sebagai implementasi kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. “Kegiatan ini sekaligus pemanfaatan bersama fasilitas atau sarana yang dimiliki Unwahas dan Paralayang Jawa Tengah” ungkapnya, Minggu (22/6/2025).
Muhlisin menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus sebagai media untuk menjaring atlet berprestasi untuk diberikan beasiswa pendidikan di Unwahas. “Kami memiliki atlet tingkat Nasional dan Dunia untuk beberapa cabang olahraga yang saat ini sudah bergabung di Unwahas,” ujarnya.
Ketua Pengurus Paralayang Jawa Tengah, Nur Cholis menyebutkan, kerja sama yang telah dibangun dengan Unwahas akan terus dikembangkan demi pengembangan dunia paralayang di Indonesia. “Kami siap untuk mengarahkan dan mengupayakan semaksimal mungkin, sehingga kerja sama yang telah ditandatangani dapat diimplementasikan dengan baik,” jelasnya.
Materi pelatihan mencakup berbagai skenario kecelakaan yang mungkin terjadi dalam olahraga paralayang, mulai dari cedera ringan hingga kasus yang lebih serius. Para peserta diajarkan teknik-teknik dasar P3K seperti penanganan luka terbuka, penanganan fraktur (patah tulang), evakuasi korban, resusitasi jantung paru (RJP), serta penggunaan peralatan P3K darurat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....