Raih Empat Medali Asian Games, Takraw Jateng Targetkan Tiga Emas di PON 2028

  • 06 Okt 2026 13:39 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Empat atlet sepak takraw Jawa Tengah yang berkontribusi meraih empat medali untuk Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 kini menatap target berikutnya. Pengurus Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Jawa Tengah menargetkan tiga medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Empat medali tersebut terdiri atas satu perak dan tiga perunggu. Medali perak diraih Yudha Aswinatama dari Kabupaten Demak pada nomor quadrant event putra, sementara tiga medali perunggu disumbangkan Dini Mitasari dan M Ubaidur Rohman dari Kabupaten Jepara serta Frisca Kharisma dari Kabupaten Banyumas.

Tiga atlet, yakni Yudha, Dini, dan Ubaidur, tiba di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Senin, 5 Oktober 2026, sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka disambut jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jawa Tengah, Pengprov PSTI Jawa Tengah, serta keluarga.

Sementara, Frisca Kharisma pulang ke Banyumas secara terpisah menggunakan kereta api. Ia turut menyumbangkan medali perunggu pada nomor quadrant event putri.

Sekretaris Umum KONI Jawa Tengah, Budi Santoso, mengapresiasi prestasi atlet takraw Jateng yang memperkuat kontingen Indonesia di Asian Games. "KONI Jateng memberikan apresiasi yang luar biasa kepada para atlet sepak takraw yang meraih medali pada Asian Games lalu," ujar Budi yang hadir mewakili Ketua Umum KONI Jateng Sujarwanto Dwiatmoko.

Sementara itu, Kepala Dispora Jawa Tengah Aria Chandra Destianto menyebut empat medali tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Jawa Tengah. Ia juga menegaskan para atlet takraw tersebut merupakan hasil pembinaan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Jawa Tengah.

"Alhamdulillah atlet takraw Jateng sukses menyumbang medali untuk Indonesia di ajang Asian Games. Ini menjadi kebanggaan kita semua, terutama masyarakat Jawa Tengah," kata Aria.

Bagi atlet, Asian Games 2026 juga menjadi pengalaman penting untuk menghadapi persaingan berikutnya. Yudha Aswinatama mengaku bangga karena debutnya di Asian Games langsung menghasilkan medali perak.

"Tentu saja saya sangat bangga. Karena ini kali pertama saya mengikuti Asian Games dan langsung dapat medali. Tapi, saya tidak akan berpuas diri," ujar Yudha.

Dini Mitasari menambahkan persaingan di Asian Games sangat ketat, terutama menghadapi tim-tim kuat seperti Thailand dan Korea Selatan. Ia menilai persiapan menghadapi ajang internasional perlu dilakukan lebih matang agar atlet Indonesia mampu bersaing lebih baik.

"Kita persiapan menghadapi Asian Games ini cuma tiga bulan. Padahal, sebelum-sebelumnya persiapan kita bisa sampai 10 bulan, tapi alhamdulillah masih bisa meraih medali," kata Dini.

Kontribusi empat medali dari sepak takraw menjadi bagian dari 11 medali yang disumbangkan atlet-atlet Jawa Tengah untuk kontingen Indonesia pada Asian Games 2026. Sebanyak 11 medali tersebut terdiri atas satu emas panahan, satu emas dan satu perunggu bulu tangkis, satu perak menembak, dua perunggu wushu, satu perunggu soft tenis, serta satu perak dan tiga perunggu sepak takraw.

Capaian tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi pembinaan atlet Jawa Tengah menuju PON 2028. Khusus sepak takraw, PSTI Jateng kini membidik tiga medali emas sekaligus mempertahankan tradisi prestasi di tingkat nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....