Kejuaraan Renang Pemula Bapas 69 Cup, Petakan Kemampuan Perenang sejak Usia Dini

  • 21 Sep 2026 11:35 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Kejuaraan Renang Pemula Bapas 69 Cup 2026.
  • Federasi Aquatik Indonesia ( FAI) Kota Magelang

RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang – Sebanyak 345 perenang pemula berusia 6 hingga 11 tahun mengikuti Kejuaraan Renang Pemula Bapas 69 Cup 2026 di Kolam Renang Banjarmakmur, Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Peserta berasal dari 31 sekolah dan klub renang di wilayah eks-Karesidenan Kedu.

Kejuaraan tersebut menjadi bagian dari upaya memetakan kemampuan perenang sejak usia dini sekaligus menyiapkan bibit atlet untuk menghadapi kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi. Ketua Pengurus Cabang Federasi Aquatik Indonesia (FAI) Kota Magelang, HIR Jatmiko mengatakan, kompetisi menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet pemula.

“Kompetisi renang ini tidak hanya sebagai ajang perebutan prestasi saja. Melainkan untuk memetakan kemampuan perenang sejak usia dini.,”kata Ketua Pengurus Cabang Federasi Aquatik Indonesia ( FAI) Kota Magelang, HIR Jatmiko, usai membuka Kejuaraan Renang Pemula Bapas 69 Cup 202 di berlangsung di Kolam Renang Banjarmakmur, Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Minggu 20 September 2026.

Jatmiko menjelaskan, tujuan utama kejuaraan adalah mempersiapkan potensi atlet renang pemula melalui persaingan yang sehat. Kompetisi juga diperlukan untuk membentuk kesiapan mental dan fisik atlet sebelum menghadapi pertandingan pada tingkat kabupaten, regional hingga nasional.

Menurutnya, pembinaan atlet usia dini tidak cukup hanya mengandalkan latihan rutin. Perenang perlu mendapatkan pengalaman bertanding secara berkelanjutan agar kemampuan dan kesiapan mental mereka dapat diukur melalui situasi kompetisi yang sebenarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Marketing PT BPR Bank Bapas 69 Magelang, Yofan Gustama mengatakan, penyelenggaraan kejuaraan juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan ulang tahun ke-57 PT BPR Bank Bapas 69 Kabupaten Magelang. Kegiatan tersebut diarahkan untuk mengembangkan konsep sport tourism sekaligus mendorong aktivitas ekonomi dan sosial di Kabupaten Magelang.

“Kejuaraan tersebut dirancang tidak hanya sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga sebagai ruang interaksi masyarakat dan pengembangan potensi lokal. Dipilihnya lokasi kegiatan di wilayah desa, diharapkan dapat membuka ruang bagi aktivitas ekonomi sekaligus mengenalkan potensi daerah kepada peserta dan keluarga yang datang,” kata Yovan. (wied)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....