CdM Tim Indonesia Cek Pelatnas Cipayung, PBSI Bidik Emas di Asian Games 2026
- 11 Agt 2026 11:06 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Persiapan bulutangkis Indonesia menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mendapat perhatian langsung dari Chef de Mission (CdM) Todotua Pasaribu. Usai mengecek kesiapan Pelatnas Cipayung, PP PBSI menegaskan target satu medali emas melalui nomor beregu putra.
Todotua mengunjungi pusat pelatihan bulutangkis nasional di Cipayung untuk memastikan persiapan atlet dan pelatih berjalan baik. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari koordinasi kebutuhan nonteknis kontingen Indonesia menuju Asian Games 2026.
Dalam kunjungan itu, Todotua berdialog dengan pengurus, atlet, dan pelatih serta melihat langsung berbagai fasilitas pelatnas. Ia menilai fasilitas yang tersedia cukup lengkap untuk mendukung proses pembinaan atlet, mulai dari asrama, pusat kebugaran, hingga layanan fisioterapi.
“Hari ini saya datang ke cabang olahraga bulutangkis, diterima baik oleh pengurus dan juga sudah ketemu, ngobrol dengan para atlet dan pelatih. Saya juga dibawa keliling, melihat fasilitas-fasilitas, dimana di sini ada asramanya, ada gym-nya, ada physio-nya. Ini cabang olahraga yang cukup komplet dalam sisi pembinaan, pelatnasnya dan fasilitasnya,” ungkap Todotua melalui siaran pers.
Menurut Todotua, proses pembinaan yang berjalan baik di Pelatnas Cipayung membuat pihaknya semakin percaya diri terhadap peluang bulutangkis menyumbangkan medali. Tim CdM akan memastikan berbagai kebutuhan nonteknis atlet terpenuhi agar mereka dapat fokus menghadapi pertandingan.
“Tentunya kita berkoordinasi, mengecek apa-apa saja persiapan yang khususnya persiapan-persiapan non-teknis, kebutuhan-kebutuhan non-teknis dalam rangka kita mengikuti ajang Asian Games ini. Kami melihat memang kalau dari sisi proses pembinaan pelatnasnya yang cukup sedemikian baik di sini, kami punya confidence yang lebih besar untuk kontribusi medali,” kata Todotua.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi tersebut memastikan Tim CdM akan mendukung kebutuhan seluruh kontingen Indonesia selama persiapan hingga pelaksanaan Asian Games. Dukungan itu termasuk memastikan perjalanan atlet menuju Nagoya berlangsung nyaman serta kebutuhan selama berada di lokasi pertandingan dapat terpenuhi.
“Kita akan memastikan nanti atletnya itu bisa terbang ke Nagoya dengan nyaman, kemudian di sana preparation-nya juga bisa baik. Mereka tidak dipusingkan dengan hal-hal yang non-teknis sehingga nanti dalam pertandingan itu level confidence atletnya juga lebih besar untuk bisa mendapatkan medali,” ujar Todotua.
Sementara itu, Kabid Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian mengatakan persiapan menuju Asian Games 2026 dilakukan dengan mengevaluasi hasil pada edisi sebelumnya. PBSI akan memperbaiki program latihan, periodesasi, serta pengaturan kejuaraan menjelang keberangkatan ke Jepang.
“Dari pengalaman dan hasil yang tidak baik di edisi Asian Games sebelumnya, tentunya jadi pembelajaran. Bagaimana kami akan mempersiapkan lebih baik dari program latihannya, program periodesasinya dan pengaturan kejuaraan menjelang Asian Games-nya,” ujar Eng Hian.
PBSI memastikan pemilihan atlet dilakukan berdasarkan performa dan kesiapan tanpa membedakan status pelatnas maupun nonpelatnas. Atlet yang dinilai memiliki kemampuan terbaik dan siap bertanding akan dipanggil untuk memperkuat Tim Indonesia.
“Kami tidak membeda-bedakan pelatnas maupun non-pelatnas. Siapa yang terbaik dan siap, kami akan panggil untuk bergabung. Untuk target sesuai hasil rapat dengan tim review Kemenpora, kami menargetkan satu medali emas di nomor beregu putra,” ucap Eng Hian.
Meski target utama berada pada nomor beregu putra, PBSI melihat peluang medali juga terbuka dari sektor lainnya. Ganda putra menjadi salah satu sektor yang dinilai memiliki prospek setelah menunjukkan hasil positif dalam turnamen terakhir.
“Tapi melihat probabilitas dan peluang, kembali tentunya sektor ganda putra juga berpeluang dengan hasil di turnamen terakhir. Tidak menutup kemungkinan sektor-sektor lain pun bisa mendulang medali,” kata Eng Hian.
Eng Hian berharap seluruh program persiapan dapat berjalan sesuai rencana sehingga target yang telah ditetapkan mampu diwujudkan. Menurutnya, Asian Games menjadi salah satu agenda penting untuk mengukur hasil pembinaan dan kekuatan bulutangkis Indonesia di level Asia.
“Kami berharap semua bisa berjalan baik dan tentunya bisa mencapai target. Asian Games adalah salah satu milestones PBSI,” ucap Eng Hian.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Dengan persiapan teknis dan nonteknis yang terus dimatangkan, bulutangkis Indonesia membidik hasil terbaik dengan target emas beregu putra.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....