Puluhan Atlet Porprov Wonosobo Gelar Test Parameter

  • 31 Jul 2026 18:30 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Sebanyak 98 atlet dari 21 cabang olahraga (Cabor) asal Wonosobo yang akan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke XVII Jawa Tengah (Jateng) melakukan tes parameter di halaman pendapa Bupati dan Alun-Alun setempat. Pengukuran parameter fisik atlet adalah proses penilaian menggunakan standar dan alat tertentu untuk mengukur kemampuan fisik, fungsi organ tubuh, serta komposisi tubuh seorang atlet.

Tes tersebut bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran, melihat kelemahan tubuh, dan menyusun menu latihan yang pas. Tes parameter fisik utama terdiri dari tes antropometri, stength, endure, speed, power dan flexsibilty. Tes antropometri yakni mengukur tinggi badan, berat badan, panjang anggota gerak dan persentase lemak tubuh.

Adapun tes strength atau kekuatan untuk mengukur kemampuan otot saat mengangkat atau mendorong beban. Dan, tes endurance (daya tahan) adalah guna mengukur kapasitas jantung dan paru-paru saat melakukan aktivitas lama.

Sedangkan tes speed (kecepatan) yaitu untuk nengukur seberapa cepat atlet menempuh suatu jarak pendek. Tes power (daya ledak) yakni guna mengukur kekuatan otot yang dikerahkan secara maksimal dalam waktu sangat singkat.

Ketua KONI Wonosobo Khozin mengatakan para atlet memiliki semangat yang luar biasa dalam mengikuti tes kebugaran. Hal itu menjadi modal atlet untuk bertarung di Porprov Jateng ke-XVII di Semarang Raya pada bulan Oktober 2026 mendatang.

"Kami berharap atlet dari Wonosobo bisa meraih juara. Kegiatan tes parameter ini merupakan rangkaian panjang atlet untuk meraih prestasi di Porprov Jateng. Prestasi tidak akan diraih dengan semangat yang biasa-biasa saja," tegasnya.

Dikatakan Khozin, prestasi tidak akan diperoleh dengan persiapan yang minimum. Prestasi pasti akan diraih dengan pengorbanan, jerih dan susah payah.

Semua atlet harus dapat menunjukkan semua potensi dan kekuatan yang ada. "Berdarah-darahlah ketika persiapan di Wonosobo. Berpeluhlah ketika latihan untuk meraih prestasi. Atlet saat ini tidak boleh berleha-leha dan bersantai-santai. Tapi nanti bisa berderai air mata ketika meraih juara di Porprov Jateng," ujarnya.

Degradasi atau cancel atlet, imbuh Khozin, sangat mungkin terjadi sekalipun atlet sudah lolos Porprov. Hal itu karena tidak ada niatan dan usaha yang maksimal untuk meraih prestasi. Apalagi jika saat latihan saja sudah tidak ada kemajuan.

"Setelah penetapan dan pengukuhan, artinya atlet harus melatih dengan semangat juang yang tinggi untuk meraih prestasi. Para offisial dan pelatih, kalau latihan atlet biasa-biasa saja, bisa jadi hasilnya akan biasa-biasa saja," tandasnya.

Dia berharap para atlet dari Wonosobo pantang pulang tanpa membawa medali yang terbaik. Tes parameter harus dilakukan dengan baik. Nanti bisa terlihat bagaimana perkembangan latihan atau try-in ataupun try-out yang dilakukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....