Kejurnas Panahan Junior di Kudus, Jateng Pertahankan Gelar Juara Umum
- 30 Jul 2026 09:06 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kudus - Kontingen Jawa Tengah sukses mempertahankan status juara umum MilkLife Archery Challenge Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior 2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, pada 22-29 Juli 2026. Dalam kompetisi memanah yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) dan MilkLife ini, skuad Jawi Madya berhasil mengoleksi 26 medali emas, 22 perak dan 30 perunggu.
Berkekuatan 80 atlet yang turun pada kategori U10, U13, U15, dan U18 di tiga divisi pertandingan yakni Recurve, Compound dan Nasional, kontingen Jawa Tengah kembali menunjukkan dominasinya. Gelar ini sekaligus mengantarkan skuad bawah naungan Perpani Jawa Tengah meraih gelar juara umum Kejurnas Junior untuk kelima kalinya secara beruntun sejak 2022.
“Mereka adalah atlet yang telah tersaring dari Kejurprov Junior pada bulan Mei lalu, kemudian dipersiapkan untuk berjuang dan menampilkan yang terbaik di Kejurnas Junior ini. Kami berharap potensi talenta atlet muda Jawa Tengah ini dapat menjadi bekal untuk event selanjutnya seperti Popnas maupun Kejurnas Senior,” ucap Ketua Kontingen Jawa Tengah, Martin Sudarmono.
Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Perpani, Abdul Razak, mengatakan penyelenggaraan MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 menjadi tolok ukur sekaligus bagian penting dalam menciptakan ekosistem pembinaan olahraga panahan yang berkelanjutan. Para pemanah muda tak hanya memiliki wadah untuk berkompetisi namun juga kesempatan membentuk mental bertanding melalui penyelenggaraan berstandar internasional.
“Kualitas pemanah muda tahun ini semakin meningkat yang dapat dilihat dari perebutan perolehan medali yang sangat kompetitif, ini sinyal yang positif untuk perkembangan olahraga panahan dalam artian pemanah dari berbagai daerah bisa saling bersaing dengan ketat. Kami juga mengapresiasi Djarum Foundation yang menghadirkan fasilitas dan kualitas penyelenggaraan dengan standar mendekati Archery World Cup,” kata Razak.
Razak menambahkan, pembinaan olahraga panahan Indonesia sudah berada di jalur yang tepat melalui hadirnya kompetisi level nasional berjenjang dimulai dari usia dini sebagai pembiasaan diri. Hal ini tak lepas sebagai upaya untuk menyambung prestasi bagus yang selama ini telah dibina oleh Perpani.
“Panahan menjadi salah satu cabang olahraga unggulan Indonesia yang sudah menyumbangkan medali di level Olimpiade. Melihat potensi pemanah muda yang berkompetisi kali ini kami optimistis merekalah yang akan mengumandangkan lagu Indonesia Raya di panggung dunia dalam 10 hingga 15 tahun mendatang,” ucap Razak.
Selaras dengan hal tersebut, Program Associate Bakti Olahraga Djarum Foundation Edi Supriyanto mengatakan penyelenggaraan MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 merupakan wujud komitmen berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem pembinaan olahraga panahan Indonesia. Terlebih panahan Indonesia sudah memiliki rekam jejak prestasi membanggakan mulai dari medali perak pada Olimpiade Seoul 1988 melalui trio srikandi Nurfitriyana Saiman, Kusuma Wardhani, dan Lilies Handayani hingga raihan lima medali emas pada SEA Games Thailand 2025 dari nomor recurve individual, beregu putra dan putri, serta compound individual dan beregu putri. (RK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....