Pendanaan Belum Jelas, Sejumlah Cabor Rembang Khawatir Gagal Ikut Porprov Jateng

  • 30 Jun 2026 12:51 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Rembang- Sejumlah cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Rembang mulai diliputi kekhawatiran menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Hingga akhir Juni, kepastian anggaran untuk persiapan maupun keberangkatan atlet ke ajang yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 di Semarang Raya itu belum juga diperoleh.

Pelatih Rugby Rembang, Harry Massahir, mengatakan timnya berhasil meloloskan dua tim, yakni putra dan putri, ke Porprov. Namun, hingga kini mereka belum bisa memulai pemusatan latihan karena terkendala pendanaan.

Harry mengungkapkan, pengurus rugby bahkan masih menanggung utang dari pembelian peralatan dan biaya mengikuti Pra Porprov di Sukoharjo. Total pengeluaran saat itu mencapai sekitar Rp94 juta, yang sebagian besar berasal dari dana pribadi pengurus.

"Tahun 2025 kami masih memiliki utang sekitar Rp18 juta untuk pembelian peralatan yang masih dicicil. Bantuan dari ketua dan hibah KONI belum mampu menutup seluruh kebutuhan," ujarnya.

Menurut Harry, apabila hingga mendekati pelaksanaan Porprov belum ada kepastian anggaran, bukan tidak mungkin Rugby Rembang batal mengirimkan tim. Ia berharap pemerintah daerah dan KONI segera memberikan kepastian.

Jika memang pembiayaan harus dilakukan secara swadaya, menurutnya perlu ada kesepakatan tertulis agar pengurus memiliki dasar yang jelas. "Kami hanya meminta keterbukaan sehingga bisa menjelaskan kondisi ini kepada atlet maupun pengurus provinsi," katanya.

Harry menambahkan, persoalan tersebut tidak hanya dialami cabang olahraga rugby. Dari total 16 cabang olahraga asal Rembang yang lolos ke Porprov, banyak yang menghadapi kegelisahan serupa terkait pendanaan.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Rembang, Suswantoro, mengatakan pihaknya telah berkonsultasi dengan Bupati Rembang dan mengajukan permohonan audiensi kepada DPRD untuk membahas kebutuhan anggaran Porprov. Namun, hingga kini, jadwal audiensi tersebut belum ditetapkan.

Menurut Suswantoro, beberapa cabang olahraga telah memperoleh dukungan anggaran melalui pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD sehingga sudah diminta memulai pemusatan latihan. Sementara, cabor yang belum memperoleh dukungan diminta sementara menjalani latihan secara mandiri.

"Kami berharap pada Juli atau Agustus sudah ada kepastian anggaran. Yang terpenting kebutuhan atlet, pelatih, dan ofisial, terutama akomodasi dan penginapan, dapat terpenuhi," ujar Suswantoro. (Mif)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....