Anggaran Pelatnas Turun, Target Indonesia di Asian Games Jadi Empat Emas

  • 04 Jun 2026 08:11 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Pemerintah menyesuaikan target perolehan medali emas Indonesia pada Asian Games 2026 menjadi empat emas. Penyesuaian tersebut dilakukan seiring berkurangnya jumlah nomor pertandingan yang selama ini menjadi andalan Merah Putih dalam meraih medali.

Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026. Anggaran pelatnas Asian Games 2026 menurun signifikan dibanding tahun 2022, dari Rp389.819.933.817 kini menjadi Rp81.040.244.006.

Selain penyesuaian target, Menpora juga mengungkapkan anggaran pemusatan latihan nasional (pelatnas) Asian Games 2026 mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan edisi sebelumnya. "Namun, alokasi anggaran untuk keberangkatan kontingen tetap terjaga dan diprioritaskan," katanya.

Menurutnya, Indonesia berpotensi meraih empat medali emas pada Asian Games 2026. Target tersebut dihitung berdasarkan cabang dan nomor pertandingan yang masih dipertandingkan pada ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.

Ia menjelaskan, pada Asian Games 2022 Indonesia berhasil membawa pulang tujuh medali emas. Namun, tiga nomor pertandingan yang sebelumnya menyumbang medali kini tidak lagi dipertandingkan.

Ketiga nomor tersebut adalah 10 meter running target dan 10 meter running target mixed dari cabang olahraga menembak, serta traditional boat race. Kondisi itu membuat target perolehan emas Indonesia harus disesuaikan.

"Pada Asian Games 2022, Indonesia meraih tujuh emas. Dengan kondisi saat ini, ditambah ada tiga nomor pertandingan yang tidak dipertandingkan, maka target kita di Asian Games tahun ini adalah empat medali emas," kata Menpora.

Meski target medali menurun, pemerintah menegaskan persiapan menuju Asian Games tetap menjadi prioritas. Kementerian Pemuda dan Olahraga telah melakukan koordinasi dengan sejumlah cabang olahraga, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), serta Komite Olimpiade Indonesia (KOI) telah diajak berdiskusi guna menyusun strategi persiapan yang lebih efektif.

Menpora menegaskan, dukungan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk membantu atlet dan pelatih mempersiapkan diri secara optimal. Menurutnya, perhatian terhadap kebutuhan atlet harus terus diperkuat agar Indonesia mampu bersaing di level Asia.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan sejumlah tokoh nasional dalam pembinaan olahraga prestasi. Kehadiran para pemimpin organisasi cabang olahraga dinilai memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan olahraga nasional.

"Banyak figur yang sudah bekerja keras. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak pemangku kebijakan yang terus memberikan perhatian lebih kepada atlet dan pelatih kita," ujar Menpora.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....