Debut di Indonesia Open 2026, Devin/Faathir Gagal Melaju ke Babak Kedua

  • 04 Jun 2026 10:43 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Jakarta– Pasangan ganda putra Pelatnas PBSI, Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir Rayhan, harus menghentikan langkahnya di babak pertama Polytron Indonesia Open 2026. Dalam debut mereka di turnamen level BWF World Tour Super 1000, Devin/Faathir takluk dari pasangan Taiwan, Zhi Wei He/Huang Jui Hsuan, dengan skor 21-13, 17-21, 11-21.

Bertanding di Istora Senayan, Jakarta, Rabu,3 Juni 2026, Devin/Faathir sebenarnya mengawali pertandingan dengan cukup baik. Mereka mampu menguasai permainan dan merebut gim pertama dengan selisih poin yang cukup meyakinkan.

Namun, situasi berubah pada gim kedua ketika memasuki poin-poin krusial. Pasangan Indonesia mulai kehilangan fokus sehingga lawan mampu memanfaatkan momentum untuk menyamakan kedudukan.

"Tadi sebenarnya dari awal cara mainnya sudah benar di game pertama dan game kedua. Pas game kedua terakhir, pas 17-18, tiba-tiba langsung hilang, terus game ketiga, kita kayak langsung tertekan terus, musuh juga lebih enak mainnya," ungkap Devin.

Memasuki gim penentuan, Zhi/Huang tampil semakin percaya diri dan mampu menekan permainan Devin/Faathir. Sebaliknya, pasangan muda Indonesia justru kesulitan menemukan ritme permainan terbaiknya.

"Kalau tadi kan saat pertama mereka sudah tertekan, mungkin karena PD di game kedua. Jadi, mereka lebih enak di game ketiga, sementara, kami tertekan," lanjut Devin.

Meski gagal melangkah ke babak kedua, Devin dan Faathir mengaku tampil tanpa beban pada turnamen bergengsi tersebut. Namun,keduanya mengakui atmosfer Istora Senayan yang dipenuhi dukungan penonton membuat mereka sempat merasakan ketegangan.

"Untuk pressure sebenarnya enggak, cuma mungkin lebih ke grogi aja sih. Mungkin pertama-tama kan merasakan atmosfer Istora, ramai banget pendukungnya," ujar Faathir.

Menurutnya, suasana pertandingan di Indonesia Open berbeda dibandingkan turnamen yang pernah mereka jalani sebelumnya. Status Indonesia Open sebagai turnamen Super 1000 menghadirkan atmosfer kompetisi yang jauh lebih besar.

"Di Indonesia Masters mungkin nggak seramai ini. Vibes-nya juga berbeda karena ini Super 1000," ucapnya.

Kekalahan di babak pertama menjadi bahan evaluasi penting bagi pasangan muda Indonesia tersebut. Mereka menilai masih banyak aspek yang perlu diperbaiki agar mampu bersaing di level tertinggi.

"Evaluasinya sih kalau dari saya, mungkin harus lebih fokus lagi, karena kan tadi game pertama kami bisa menang lumayan jauh. Game keduanya, mungkin karena kaget menang angin jadi kami dari awal sudah ketekan duluan," kata Faathir.

Sementara itu, Devin menyoroti pentingnya menjaga fokus saat kehilangan poin. Menurutnya, kemampuan mengubah pola permainan dengan cepat menjadi salah satu aspek yang harus ditingkatkan.

"Evaluasinya kalau habis hilang poin beberapa itu, jangan dipikirin, harus cepat-cepat mengubah pola main. Sama soal fokusnya juga harus lebih dijaga saat kehilangan satu atau dua poin, fokusnya harus kencang terus," ujar Devin.

Setelah tersingkir di Indonesia Open 2026, Devin/Faathir langsung mengalihkan fokus ke turnamen berikutnya. Keduanya berharap dapat menunjukkan penampilan yang lebih baik saat tampil di Australia Open 2026 pekan depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....