Drama Adu Penalti Antar-SD Warnai Final MilkLife Soccer Challenge Kudus
- 25 Mei 2026 07:21 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kudus — Drama adu penalti antar sekolah dasar mewarnai final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Kudus Seri 2 Tahun 2025–2026. Pertandingan berlangsung di Supersoccer Arena Rendeng, Kudus, Minggu, 24 Mei 2026.
SDN Jambean 02 Pati keluar sebagai juara kategori usia (KU) 12. Tim tersebut menang dramatis atas SDUT Bumi Kartini Jepara lewat adu penalti 6-5 setelah bermain imbang 1-1.
Persaingan sengit juga terjadi pada kategori KU 10. MI NU Baitul Mukminin berhasil meraih gelar juara usai mengalahkan MI NU Pendidikan Islam dengan skor 4-1.
Turnamen sepak bola putri usia dini ini diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife. Sebanyak 1.391 siswi dari 89 SD dan MI di lima kabupaten ikut ambil bagian.
Peserta berasal dari Kudus, Demak, Pati, Rembang, dan Jepara. Mereka menunjukkan kemampuan terbaik dalam kompetisi yang berlangsung selama enam hari.
Pelatih Kepala MLSC Kudus Seri 2 Tahun 2025–2026, Timo Scheunemann menilai pembinaan sepak bola putri perlu dilakukan bertahap. Menurutnya, kemampuan teknik saja belum cukup untuk membentuk atlet muda berkualitas.
“Prestasi itu memang penting tapi yang tidak kalah penting adalah konsistensi para siswi dalam latihan. Ketika kemampuan mereka meningkat, mereka akan semakin senang bermain sepak bola. Dari situ, baru digali potensi dan bakatnya,” ujarnya.
Selain itu, menurutnya, sekolah juga bisa menyisipkan nilai-nilai pengembangan mental dan karakter. Dengan demikian, kegiatan ini bisa sejalan dengan dunia pendidikan.
Timo mengatakan rasa suka terhadap sepak bola menjadi faktor penting perkembangan atlet usia dini. Konsistensi latihan juga dinilai dapat membangun kemampuan sekaligus karakter pemain.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus, Shony Wardana mengapresiasi turnamen tersebut. Kompetisi dinilai membuka ruang prestasi bagi siswi tingkat MI dan SD.
“Siswi-siswi kami dari Madrasah Ibtidaiyah diberikan kesempatan untuk mengikuti turnamen ini. Semoga mereka dapat terus mengembangkan potensi dan bakatnya di bidang sepak bola putri,” kata Shony.
Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna mengatakan MLSC menjadi bagian pembinaan sepak bola putri usia dini. Kompetisi ini diharapkan memperkuat regenerasi pesepak bola putri Indonesia.
“Kami bangga, para peserta MLSC Kudus Seri 2 2025–2026 memiliki semangat juang tinggi dan kompetitif. Hal ini terbukti dengan lahirnya juara-juara baru sebagai hasil dari keseriusan peserta berlatih dengan serius di dunia sepak bola,” tutur Chandra.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....