Ribuan Siswi Berebut Juara di MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 2

  • 24 Mei 2026 07:27 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kudus — Sebanyak 1.391 siswi sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah dari lima kabupaten meramaikan ajang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Kudus Seri 2 Tahun 2025–2026. Turnamen sepak bola putri usia dini tersebut digelar di Supersoccer Arena Rendeng, Kudus, mulai 19 hingga 24 Mei 2026.

Peserta berasal dari 89 sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Kudus, Demak, Rembang, Pati, dan Jepara. Mereka terbagi dalam 66 tim kategori usia (KU) 10 dan 64 tim KU 12 yang bersaing memperebutkan posisi terbaik.

Ajang yang digelar Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife tersebut menjadi wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit pesepak bola putri usia dini. Kompetisi juga dinilai semakin memperkuat ekosistem sepak bola putri di daerah.

Head Coach Extra Training MLSC Kudus, Yayat Hidayat optimistis perkembangan sepak bola putri usia dini di Kudus akan terus tumbuh. Menurutnya, kemampuan para pemain muda kini semakin merata karena memiliki kesempatan latihan dan bertanding yang lebih banyak.

“Kami melihat kemampuan para putri Kudus sekarang sudah cukup merata dari sisi skill dan Teknik karena mereka punya kesempatan berlatih lebih sering. Dengan adanya MLSC, sekolah-sekolah dan SSB kini semakin serius membina tim putri. Di KU 10 dan KU 12 juga muncul beberapa pemain baru yang potensial,” ujar Yayat, Sabtu, 23 Mei 2026.

Salah satu sekolah yang menunjukkan semangat tinggi mengikuti turnamen ini adalah SDN Karangsono 2 Mranggen, Kabupaten Demak. Sebelumnya, sekolah tersebut pernah menjadi runner up KU 12 MLSC Semarang Seri 1 Tahun 2025–2026 dan semifinalis MLSC Semarang Seri 2 Tahun 2025–2026.

Meski langkah mereka harus terhenti di babak 16 besar MLSC Kudus Seri 2, hal itu tidak menyurutkan semangat para pemain untuk terus berkembang di dunia sepak bola putri. Sekolah pun tetap berkomitmen melakukan pembinaan secara berkelanjutan.

Kepala SDN Karangsono 2 Mranggen, Khabibi mengatakan pihak sekolah serius membangun pembinaan sepak bola putri sebagai bagian pengembangan prestasi non-akademik siswa. Menurutnya, semakin banyak mengikuti kompetisi akan semakin meningkatkan kemampuan bermain dan pengalaman bertanding.

“Kesempatan untuk berprestasi di dunia sepak bola putri semakin terbuka, kami memanfaatkan peluang tersebut semaksimal mungkin. Semakin banyak mengikuti kompetisi seperti MilkLife Soccer Challenge ini, semangat, skill serta pengalaman bertanding mereka akan semakin banyak,” ujar Khabibi.

Selain mengembangkan tim sekolah, pihaknya juga tengah merintis Sekolah Sepak Bola (SSB) Karangsono Woman sebagai bentuk keseriusan membina talenta sepak bola putri di daerah. Upaya tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang prestasi bagi siswi di bidang olahraga sepak bola.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....