Cham of the Cham Berlangsung Sukses, Peserta Beri Apresiasi Tinggi

  • 19 Mei 2026 00:26 WIB
  •  Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Kejuaraan bertajuk Cham of the Cham yang digelar 15 hingga 17 Mei 2026 berjalan dengan sangat sukses dan meriah. Kegiatan ini dihadiri oleh banyak peserta yang datang bukan hanya dari Pulau Jawa, melainkan juga dari berbagai daerah di luar Jawa di antaranya NTB.

Para peserta dari luar Jawa menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap penyelenggaraan acara tersebut, memuji kualitas acara, keramahan tuan rumah, serta nilai budaya yang ditampilkan. Event sepatu roda yang diselenggarakan di lintasan Jatidiri Semarang itu dihadiri ribuan peserta dengan kategori Speed, standar dan pemula.

Panitia perlombaan mencatat hasil yang luar biasa, kemenangan terbagi merata ke berbagai daerah, tidak ada satu kontingen pun yang mendominasi sepenuhnya. Medali dan gelar juara berhasil diraih oleh atlet dari Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan wilayah lain di Indonesia, membuktikan persaingan sangat seimbang dan berkualitas tinggi.

Dominasi yang seimbang: Atlet tuan rumah Jawa Tengah meraih banyak emas, misalnya Muhammad Athaya Rizky dan Nafeeza Lamarch di nomor kecepatan. Namun atlet dari luar Jawa seperti Sakha Faiq Syandana (NTB) tampil gemilang, menembus kekuatan atlet pulau Jawa.

Selain itu daerah lain berprestasi: Klub dari tangerang, , Surabaya, dan Jakarta juga menyumbang banyak medali emas, perak, dan perunggu di berbagai kategori usia, mulai dari tingkat TK hingga umum.

Ketua panitia Liliany Pitarto mengatakan, bersyukur Kejuaraan berjalan dengan lancar ,meskipun sempat turun hujan dan ditunda. Kondisi ini menegaskan bahwa ajang ini benar-benar menjadi wadah pertemuan atlet terbaik se-Indonesia, di mana siapa pun yang berprestasi dan berjuang keras berpeluang menjadi juara.

"Puji Tuhan Kejuaraan berjalan dengan lancar dan sukses. Hasil keseluruhan merata baik dari tiga kategori speed, standar dan pemula. Penyelenggaraan yang adil, standar kompetisi yang tinggi, serta bakat yang tersebar luas di seluruh pelosok negeri menjadi alasan utama mengapa kemenangan tidak terpusat pada satu daerah saja," kata Liliany.

Pelatih Mandalika Inline Skate, Rani Christianty mengatakan, antusiasme atlet dan orang tua sangat besar meski harus menghadapi perjalanan melelahkan dari NTB menuju Semarang. Luar biasa perjuangan orang tua dan atlet.

"Mereka naik kapal lalu lanjut naik bus sampai ke sini. Perjalanannya lebih dari 24 jam, tetapi mereka sangat sukacita sampai di tempat ini,” ujar Rani kepada tribunjateng.com, Minggu, 17 Mei 2026.

Menurutnya, keikutsertaan tahun ini menjadi yang ketiga kalinya bagi atlet-atlet NTB tampil di kejuaraan tersebut.Ia menilai ajang di Semarang memiliki arti penting bagi perkembangan kemampuan atlet muda di daerahnya. “Kejuaraan seperti ini sangat penting untuk teman-teman di NTB karena kami butuh banyak jam terbang. Anak-anak harus sering ikut lomba supaya mental dan skill mereka berkembang,” katanya.

Sementara 50 atlet dari klub Mandalika Inline Skate rela menempuh perjalanan lebih dari 24 jam menggunakan kapal laut dan dilanjutkan perjalanan darat dengan bus demi bisa mengikuti kejuaraan nasional tersebut.Pada kejuaraan tahun ini, Mandalika Inline Skate membawa atlet dari berbagai kategori, mulai kelompok pemula di jenjang TK dan SD hingga speed yang diproyeksikan agar bisa tembus dan mewakili NTB pada PON 2028.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....