Training of Trainers, Menpora Siapkan Ribuan Pelatih untuk Atlet Disabilitas
- 13 Mei 2026 12:39 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Karanganyar - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir menyiapkan ribuan pelatih untuk mendukung pembinaan atlet disabilitas di Indonesia. Langkah itu ditandai dengan dibukanya program Training of Trainers (TOT) Penggerak Olahraga Disabilitas “Berdaya” di Indonesia Paralympic Training Center, Desa Delingan, Kabupaten Karanganyar, Senin, 11 Mei 2026.
Sebanyak 200 peserta dari 29 daerah mengikuti program yang digagas Kemenpora melalui Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga bekerja sama dengan National Paralympic Committee(NPC) Indonesia. Menpora menyebut program tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat pembinaan olahraga disabilitas dari daerah.
"Alhamdulillah hari ini salah satu program unggulan Kemenpora telah dimulai. Ini hasil sumbangsih pikiran dari kami dengan pihak NPC," ucap Menpora.
Menurutnya, keberadaan pelatih yang kompeten menjadi faktor penting dalam menciptakan atlet-atlet disabilitas berprestasi. Oleh karena itu, Kemenpora bersama NPC, para pakar, dan Chef de Mission (CdM) Asian Para Games sepakat mencetuskan program sertifikasi penggerak olahraga disabilitas.
“Tidak mungkin ada pembangunan atlet dari daerah tanpa dikawal oleh tentu saja figur-figur yang mengerti bagaimana melahirkan atlet. Nah, hari ini, Alhamdulillah kami mencoba menyertifikasi,” kata Menpora.
Ia mengakui jumlah 200 peserta masih tergolong sedikit untuk memenuhi kebutuhan pelatih olahraga disabilitas di Indonesia. Kemenpora pun berencana menambah sedikitnya 100 peserta lagi pada program berikutnya, bahkan diharapkan terus bertambah setiap tahun.
Menpora menjelaskan, kebutuhan pelatih olahraga disabilitas cukup besar mengingat jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 22,9 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 11 persen atau lebih dari dua juta orang diketahui gemar berolahraga.
“Kalau dua juta lebih itu memerlukan dua persen pelatih, perlu berapa banyak pelatihnya yang dipersiapkan, nah ini yang kita harus cukupi. Belum lagi sekolah-sekolah yang memerlukan kepakaran kepelatihan,” kata Menpora.
Ia memastikan program TOT akan terus didorong, terlebih Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita memberi perhatian besar terhadap penyandang disabilitas. Menurutnya, program ini juga penting untuk menyiapkan masa depan atlet yang pensiun agar tetap bisa berkontribusi sebagai pelatih atau pendamping olahraga.
“Jangan sampai atlet-atlet ini hanya diingat ketika sedang berjaya. Kalau sudah selesai hanya ucapan terima kasih saja yang diberikan,” ucap Menpora.
Sementara, Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun menyambut baik program tersebut. Ia menyebutnya sebagai langkah luar biasa dari Kemenpora.
Ia berharap para peserta TOT mampu menjadi penggerak pembinaan olahraga disabilitas di daerah masing-masing. Masih banyak penyandang disabilitas yang memiliki potensi besar, namun belum mendapatkan ruang pembinaan yang tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....