562 Peserta di Jawa Tengah Ikuti Turnamen MilkLife Archery Challenge

  • 03 Mei 2026 07:39 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kudus - Sebanyak 562 peserta U – 10, U-13 dan U-15 sejak tanggal 30 April – 2 Mei 2026 mengikuti MilkLife Archery Challenge 2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena (SSA) Rendeng, Kudus. Pelaksanaan turnamen panahan tingkat usia SD/MI dan SMP/MTs se Jateng ini digelar oleh Djarum Foundation Bakti Olahraga yang bekerjasama dengan MilkLife.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan MilkLife Archery Challenge 2026 Seri 1 kembali digelar sebagai wadah kompetisi bagi atlet-atlet panahan usia dini. Untuk mengembangkan kemampuan dan menambah pengalaman bertanding.

Turnamen ini sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Bakti Olahraga Djarum Foundation dalam mendukung pembinaan atlet muda di nomor panahan. Khususnya pada kategori U-10, U-13, dan U-15.

Dengan pengalaman bertanding yang terus terasah, kata dia, para atlet muda potensial dari berbagai daerah memiliki bekal untuk berkembang dan meningkatkan prestasi di masa mendatang. MilkLife Archery Challenge tidak hanya berfungsi sebagai arena kompetisi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran bagi para atlet muda untuk berkembang.

"Harapannya, dari turnamen ini dapat lahir lebih banyak pemanah muda yang mampu berprestasi dan mengharumkan nama daerah maupun Indonesia,” ujar Yoppi. Ketua pelaksana MilkLife Archery Challenge 2026 Vera Eka Wardani mengatakan, antusias para peserta ini cukup tinggi walau ditingkat Jawa Tengah.

Dan ini hampir sama dengan pelaksanaan yang berlangsung di provinsi lainnya. Hanya saja untuk perbedaan penyelenggaraan dibanding tahun lalu, pada tahun ini lebih kepada mengacu aturan dari PB Perpani pusat.

“Kalau tahun kemarin kita pakai kelompok umur (KU) U-10, U-13 dan U-15. Namun tahun ini lebih kapada kelompok umur (KU) dibawah U-10, U-13 dan U-15. Sehingga untuk atmosfer kompetisinya sangat kuat sekali,” tutur Vera, Sabtu, 2 Mei 2026.

Pihaknya sebetulnya memfasilitasi kepada SD/MI di Kudus untuk bisa latihan panahan di SSA. "Sehingga akan didapatkan para atlet panahan pemula yang potensial. Terbukti beberapa waktu untuk lomba panahan beregu didominasi pemenangnya dari Kudus," ujarnya.

Dikatakan, MilkLife Archery Challenge memang dilaksanakan secara konsisten sejak 2024 hingga sekarang. Dan itu dilaksanakan dua kali dalam setahun dan akan terus digelar secara kontinyu, sehingga diharapkan pesertanya semakin banyak serta kecintaan olahraga panahan ditingkat SD/MI bisa semakin tinggi.

“Sehingga kedepan Kudus khususnya akan menempatkan atlet panahan terbaiknya untuk membantu Jawa Tengah agar selalu menjadi yang terbaik di tingkat nasional maupun internasional,” tandas Vera.

Sementara itu Kepala MI NU Banat Faukhil Wardati mengaku sangat bangga atas prestasi anak – anak didiknya dalam MilkLife Archery Challenge 2026 sehingga mampu meraih juara umum. Ini tidak lepas dari peran serta Yayasan, madrasah dan orang tua, Perpani Kudus serta pihak Djarum Foundation Bakti Olahraga yang telah mengijinkan anak – anak asuhnya berlatih di SSA.

“Kami membuka ektrakurikuler panahan dimana untuk Latihan dilaksanakan setiap hari Jum’at. Selama sepekan sekali anak – anak didik kami berlatih di SSA ini. Sehingga mereka sudah terbiasa dan maksimal bila mengikuti turnamen panahan bila dilaksanakan disini,” kata Faukhil Wardati.

Dalam turnamen panahan MilkLife Archery Challenge 2026 ini MI NU Banat dengan 43 atlet memperoleh tiga medali emas dan satu perak. Masing – masing dari beregu juara I PVC U-13, Juara I Nasional U-13, Juara I Individu PVC U-10 serta Juara II beregu U-10. (RK)

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....