Tanpa Gelar di Tur Eropa, PBSI Soroti Progres Atlet

  • 27 Mar 2026 01:46 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Tim bulu tangkis Indonesia mengakhiri rangkaian tur Eropa 2026 tanpa meraih gelar. Meski demikian, PBSI menilai terdapat progres positif dari para atlet selama turnamen.

Rangkaian tur tersebut meliputi Jerman Terbuka, All England, Swiss Terbuka, hingga Orleans Masters. Seluruh ajang tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet menuju level dunia.

Kabid Binpres PP PBSI, Eng Hian, mengatakan hasil tanpa gelar tidak sepenuhnya mencerminkan performa tim. Ia menilai daya saing atlet, terutama pemain muda, menunjukkan peningkatan.

"Kalau melihat hasil memang belum sesuai harapan, tetapi dari sisi performa dan progres, kami melihat ada perkembangan yang cukup baik. Daya Saing pemain terlihat, terutama saat menghadapi pemain top dunia," kata Eng Hian, dalam website PBSI, Kamis, 26 Maret 2026.

Namun, ia menyoroti aspek non-teknis yang masih perlu diperbaiki. Salah satunya adalah konsistensi pemain dalam menghadapi momen-momen krusial pertandingan.

"Yang perlu ditingkatkan adalah konsistensi di momen-momen krusial. Dari situ biasanya menjadi pembeda antara menang dan kalah. Ini yang terus kami benahi," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pelatih Tunggal Putra Utama, Indra Wijaya, memberikan apresiasi kepada Alwi Farhan. Pemain muda tersebut tampil impresif dengan menembus perempat final All England dan menjadi runner-up Swiss Terbuka 2026.

Salah satu momen penting adalah saat Alwi mengalahkan unggulan pertama asal China, Li Shifeng, di semifinal Swiss Terbuka. Namun, performanya menurun pada laga final.

"Di final, performanya tidak sebaik saat semifinal. Faktor recovery yang kurang maksimal menjadi salah satu penyebabnya, ke depan, fisik, kontrol emosi, dan penguasaan variasi tipe lawan harus ditingkatkan," ucap Indra.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....