KONI Jateng-DIY Mantapkan Pencalonan Tuan Rumah PON 2032

  • 17 Mar 2026 08:17 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memantapkan pencalonan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII 2032. Pemantapan tersebut dilakukan dalam pertemuan kedua yang digelar di Rumah Makan Selasih Semarang, Senin, 16 Maret 2026.

Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari agenda sebelumnya yang digelar di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Dalam pertemuan kedua, KONI Jateng menerima kunjungan pengurus KONI DIY yang dipimpin Sekretaris Umum KMT A Tirtodiprojo.

Rombongan KONI DIY diterima langsung oleh Ketua Umum KONI Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko beserta jajaran. Pertemuan tersebut membahas kesiapan kedua daerah dalam proses pencalonan tuan rumah PON 2032.

Sekretaris Umum KONI DIY, KMT A Tirtodiprojo, menyebut pembahasan kini telah mengerucut pada hal-hal teknis. Di antaranya meliputi kesiapan venue, sarana prasarana, akomodasi, hingga sumber daya manusia.

"Persiapan sudah mengerucut ke hal-hal detail bagaimana KONI Jateng dan DIY mempersiapkan pengajuan tuan rumah PON XXIII 2032. Semoga, upaya kita mendapat dukungan penuh dari para pemimpin daerah, DPRD, dan seluruh masyarakat sehingga bisa sukses," ujarnya.

Ia menilai kedua daerah memiliki keunggulan yang kuat untuk menjadi tuan rumah PON. Mulai dari ketersediaan fasilitas olahraga hingga akses antarvenue yang relatif dekat.

Selain itu, ketersediaan akomodasi dan sumber daya manusia juga dinilai memadai. Faktor tersebut menjadi modal penting dalam penyelenggaraan event olahraga berskala nasional.

Menurutnya, kedekatan geografis serta kesamaan kultur antara Jawa Tengah dan DIY juga menjadi nilai tambah. Hal ini akan memudahkan koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan.

Potensi pariwisata di kedua wilayah juga dinilai dapat mendukung konsep sport tourism. Beragam destinasi wisata di Jateng dan DIY dapat menjadi daya tarik tambahan bagi penyelenggaraan PON.

"Di Jogja saja sudah tersedia sekitar 20 ribu kamar mulai dari hotel bintang lima hingga tiga. Apalagi jika ditambah yang ada di Semarang dan Surakarta. Jadi, saya kira kita punya potensi yang besar untuk menjadi tuan rumah PON ke-23 tahun 2032 mendatang," kata Tirtodiprojo.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, menyatakan pihaknya tengah menyiapkan dokumen pendukung pencalonan. Namun, proses tersebut terkendala waktu karena bertepatan dengan libur panjang Lebaran.

Ia menjelaskan batas akhir pendaftaran yang dipercepat menjadi 1 April menjadi tantangan tersendiri. Terlebih, pengurusan dokumen baru dapat dilakukan secara maksimal setelah masa libur berakhir.

"Semula, pendaftaran direncanakan ditutup pada 1 Mei, kemudian dipercepat menjadi 1 April. Itu jadi kendala kita karena waktu yang singkat, dokumen persyaratan bakal calon tuan rumah PON XXIII/2032 baru bisa digarap setelah Lebaran," ujar Sujarwanto.

Pihaknya pun berencana mengajukan permohonan perpanjangan waktu pendaftaran kepada KONI Pusat. Harapannya, waktu pendaftaran dapat kembali ke jadwal semula atau setidaknya ditambah dua pekan.

"Kami akan mengajukan permohonan kepada KONI Pusat agar memperpanjang waktu pendaftaran. Kalau bisa kembali ke jadwal semula yakni 1 Mei atau kalau tidak dua pekan dari 1 April," ucapnya.

Ke depan, untuk semakin memantapkan pencalonan, akandigelar pertemuan antara Gubernur Jawa Tengah dan DIY. Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap upaya menjadi tuan rumah PON 2032.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....