Aturan Baru PBSI Atur Jalur Promosi dan Degradasi Atlet Pelatnas
- 16 Mar 2026 14:13 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menetapkan aturan baru terkait sistem pembinaan atlet nasional. Kebijakan tersebut dituangkan dalam Peraturan Organisasi PBSI Nomor 012 yang mengatur mekanisme rekrutmen, promosi, hingga degradasi atlet serta pelatih di Pelatnas.
Melalui regulasi tersebut, PBSI berupaya membangun sistem pembinaan atlet yang lebih objektif, terukur, transparan, dan akuntabel. Aturan ini juga diharapkan mampu memastikan proses pengembangan atlet berlangsung secara terstruktur dan berkelanjutan.
Dalam keterangan resmi PBSI yang dilansir Senin, 16 Maret 2026, dijelaskan, PBSI menetapkan tiga mekanisme utama dalam pembinaan atlet menuju dan selama berada di Pelatnas. Mekanisme itu meliputi program magang bagi atlet daerah, jalur promosi bagi atlet berprestasi, serta sistem degradasi bagi atlet yang belum memenuhi target performa.
Program magang menjadi salah satu pintu masuk bagi atlet potensial dari berbagai daerah untuk merasakan suasana latihan di Pelatnas. Atlet yang mengikuti program ini direkomendasikan oleh pelatih Pelatnas berdasarkan catatan prestasi dan data performa.
Selama masa magang yang berlangsung sekitar tiga bulan, para atlet akan berlatih bersama pelatih sektor terkait. Pada periode tersebut, atlet juga menjalani proses evaluasi kemampuan secara menyeluruh.
Program ini memberikan kesempatan bagi atlet daerah untuk merasakan langsung atmosfer latihan di Pelatnas. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari proses penilaian performa mereka.
Dalam pelaksanaannya, biaya perjalanan atlet menuju dan kembali dari Pelatnas menjadi tanggung jawab klub asal. Sementara, biaya latihan dan akomodasi selama masa magang ditanggung oleh PP PBSI.
Adapun keikutsertaan atlet dalam turnamen selama program berlangsung tetap menjadi tanggung jawab klub masing-masing. Skema ini diharapkan tetap memberi ruang bagi klub untuk berperan dalam pembinaan atlet.
Selain jalur magang, PBSI juga menetapkan mekanisme promosi bagi atlet yang menunjukkan prestasi menonjol. Atlet yang berprestasi dapat bergabung dengan Pelatnas melalui jalur promosi.
Beberapa kriteria yang menjadi pertimbangan antara lain capaian minimal 50 persen kemenangan. Selain itu, atlet juga harus meraih setidaknya satu gelar juara dalam turnamen nasional dalam satu tahun.
Turnamen yang dimaksud meliputi Sirnas A atau Premier, Kejuaraan Nasional, serta Grand Prix Pembangunan Jaya. Selain itu, kompetisi lain dengan level setara juga menjadi bagian dari penilaian.
Jalur promosi juga dapat diperoleh melalui prestasi di Seleksi Nasional. Selain itu, kemenangan di turnamen Super 100 kategori U-19 juga menjadi salah satu indikator.
Rekomendasi dari pelatih Pelatnas dan tim pemandu bakat turut menjadi pertimbangan. Prestasi di kejuaraan internasional usia muda seperti Asia Junior Championships dan World Junior Championships juga diperhitungkan.
Atlet yang lolos promosi ke Pelatnas wajib menjalani sejumlah tahapan tes. Tes tersebut meliputi tes fisik, pemeriksaan medis, hingga tes psikologis.
Keputusan promosi atlet nantinya ditetapkan oleh kepala bidang pembinaan prestasi Pelatnas. Penetapan tersebut kemudian disahkan oleh wakil ketua umum PBSI.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....