Gagal Juara di Swiss Open 2026, Putri KW Harus Puas Jadi Runner-Up

  • 16 Mar 2026 12:51 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang ; Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, gagal meraih gelar juara Swiss Open 2026 setelah tumbang pada partai final, Minggu 15 Maret 2026 malam. Berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Putri harus mengakui keunggulan wakil Thailand, Supanida Katethong, dengan skor 11-21 dan 15-21.

Dilansir RRI dari PB PBSI, Putri Kusuma Wardani mengungkapkan dirinya merasa tertekan sejak awal laga sehingga tidak mampu mengembangkan permainan. Lawan dinilai berhasil menerapkan strategi yang tepat untuk meredam kekuatannya di lapangan.

”Pertemuan terakhir di Sea Games saya kalah jadi di sini saya dari awal berpikir pengen main terbaik, bisa mengeluarkan semuanya tapi ternyata di lapangan saya merasa under pressure. Dan Supanida menurut menggunakan strategi yang pas dengan terus membatasi bola atas dan mempercepat tempo,” ujar Putri.

Meski berhasil menembus partai puncak, pemain yang akrab disapa Putri KW ini mengaku belum puas dengan performanya di final. Ia menyayangkan strategi yang telah dipersiapkan tidak berjalan maksimal sesuai harapan.

”Sebenarnya tetap bersyukur bisa naik ke podium runner up tapi yang disayangkan permainan saya tidak keluar dan kurang puas dengan permainanya,” kata Putri usai pertandingan.

Putri menjelaskan, turnamen ini memberikan pelajaran berharga, terutama saat menghadapi pemain-pemain kelas dunia. Pengalaman bertanding melawan pemain unggulan menjadi bahan evaluasi penting untuk meningkatkan level permainannya di masa depan.

”Dua minggu ini pasti dapat pengalaman dari semua pemain juga kan. Supanida sempat di top 10 jadi kayak dari cara main mereka juga berbeda. Saya bisa belajar juga bagaimana mengatasi permainan seperti An Se Young yang kuat atau Supanida yang mempunyai serangan yang baik,” tuturnya.

Ia juga menyatakan, masih banyak aspek yang perlu dibenahi agar bisa bersaing di level tertinggi secara konsisten. Perbaikan mencakup sisi fisik hingga mentalitas saat berada di bawah tekanan lawan.

”Kalau untuk keseluruhan saya harus lebih kuat lagi. Dari fisik, dari teknik juga, non teknisnya juga. Apalagi kayak dari fokus dan kemampuan keluar dari tekanan setiap bermain,” imbuhnya (Ahy)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....