Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat, Kapolda: Polisi Bersama Masyarakat
- 06 Okt 2026 17:26 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan menegaskan komitmennya memperkuat sinergi kepolisian dengan masyarakat dalam menjaga keamanan Jawa Tengah. "Polisi bersama masyarakat, seperti pesan Kapolri," kata Kapolda
Ia mengatakan hal tersebut dalam silaturahmi bersama Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Jawa Tengah di Mapolda Jawa Tengah, Selasa 6 Oktober 2036. Kapolda meminta dukungan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat dalam menjalankan tugas kepolisian.
"Polisi harus hadir bersama masyarakat untuk menciptakan situasi aman dan kondusif. Karenanya seluruh jajaran kepolisian harus memberikan yang terbaik bagi masyarakat Jawa Tengah," katanya
Kapolda juga menegaskan tindakan tegas akan dilakukan terhadap seluruh tindak pidana yang meresahkan masyarakat. Di antaranya pemberantasan narkotika, perjudian, begal, pencurian dengan kekerasan, dan kejahatan lainnya.
"Tidak boleh ada kampung yang menjadi tempat berkembangnya peredaran narkotika di Jawa Tengah. Kepolisian akan memperkuat upaya pencegahan sekaligus membersihkan lingkungan dari peredaran narkoba," tandas Irjen Pol Roy Hardi Siahaan
Di sisi lain, Ia juga meminta jajaran kepolisian mengedepankan pendekatan humanis kepada kelompok rentan. Mereka meliputi penyandang disabilitas dan masyarakat yang berada dalam kondisi rentan secara ekonomi.
Ia juga menekankan pentingnya kecepatan polisi merespons setiap pengaduan masyarakat. Respons cepat dinilai penting untuk membangun kepercayaan sekaligus memastikan persoalan masyarakat segera ditangani.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno menyambut kedatangan Kapolda Jateng dan berharap kepolisian dapat memperkuat pembangunan daerah. Sinergi tersebut diharapkan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.
Sumarno mengatakan Jawa Tengah juga memiliki target menjadi lumbung pangan nasional. Namun, daerah masih menghadapi persoalan lahan, ketersediaan air, serta sumber daya manusia sektor pertanian.
Menurutnya, tantangan lainnya adalah rendahnya ketertarikan sebagian generasi muda terhadap sektor pertanian. Karena itu, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....