Evita Nursanty: Hilirisasi Sawit Harus Perkuat Nilai Tambah Nasional
- 18 Sep 2026 11:37 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menilai industri pengolahan minyak sawit memiliki posisi strategis bagi perekonomian nasional. Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke PT Berkah Emas Sumber Terang (BEST), Semarang, Jumat, 18 September 2026
Evita mengatakan Indonesia memiliki keunggulan besar sebagai produsen bahan baku sawit. Tantangannya adalah mentransformasikan keunggulan tersebut menjadi nilai tambah lebih besar di dalam negeri.
Menurutnya, hilirisasi sawit harus memperkuat perekonomian nasional sekaligus meningkatkan ekspor. Industri juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dan memperkuat daya saing nasional.
Evita menyebut PT BEST menjadi bagian penting industri pengolahan sawit dan turunannya. Produk perusahaan tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga telah menembus pasar internasional.

"Kondisi tersebut menunjukkan Indonesia memiliki kemampuan menghasilkan produk bernilai tambah. Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga mampu menghasilkan produk untuk pasar ekspor," katanya
Hilirisasi bagi Industri Sawit Nasional
Evita mengatakan hilirisasi merupakan bagian penting dari pengembangan industri sawit nasional. Pengolahan produk sawit dan turunannya dinilai dapat memperluas manfaat ekonomi bagi Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi VII melihat langsung proses produksi di PT BEST. Peninjauan mencakup teknologi produksi, pengendalian mutu, keselamatan kerja, hingga proses pengemasan.

Menurut Evita, penerapan teknologi membuat sejumlah proses produksi tidak lagi membutuhkan banyak tenaga kerja. Teknologi juga diterapkan pada pengendalian kualitas dan beberapa tahapan produksi lainnya.
Belanja Masalah Industri
Komisi VII, kata Evita, ingin memperoleh gambaran empiris mengenai kondisi industri di lapangan. "Bagaimana bahan baku, proses produksi, teknologi, keselamatan kerja, hingga distribusi," kata Evita
Aspek keselamatan kerja juga menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut. Evita melihat penerapan sistem pemantauan dan alarm sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan operasional perusahaan.

Selain produksi, Komisi VII juga menggali persoalan logistik dan distribusi PT BEST. Kedekatan perusahaan dengan Pelabuhan Tanjung Emas dinilai menjadi potensi pendukung kelancaran distribusi produk.
Evita menjelaskan produk PT BEST dipasarkan melalui berbagai saluran distribusi. Sebagian produk diserap pasar domestik, sementara sebagian lainnya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional.
Ia menegaskan kebutuhan nasional tetap harus menjadi perhatian dalam kebijakan perdagangan komoditas sawit. Setelah kebutuhan dalam negeri terpenuhi, industri dapat mengoptimalkan orientasi ekspor.

Kunjungan lapangan tersebut menurut Evita bukan sekadar untuk memperoleh informasi perusahaan. Komisi VII ingin mengidentifikasi persoalan nyata yang masih dihadapi industri pengolahan sawit.
"Berbagai persoalan industri nantinya akan menjadi bahan pembahasan Komisi VII bersama kementerian terkait. Masukan dari lapangan diharapkan membantu pemerintah menyelesaikan persoalan yang berulang di sektor industri," katanya
Persoalan Industri Punya Karakteristik Sama
Evita menilai sejumlah persoalan industri memiliki karakteristik yang hampir sama. Karena itu, penyelesaiannya membutuhkan kebijakan yang lebih terintegrasi dan tidak berhenti pada satu perusahaan.
Selain persoalan produksi dan distribusi, Komisi VII juga akan mendalami aspek sertifikasi. Hal tersebut termasuk tantangan industri dalam memenuhi berbagai persyaratan untuk memperluas pasar.
Evita berharap hasil kunjungan ke PT BEST dapat memberikan gambaran nyata mengenai kondisi industri nasional. Temuan tersebut akan dibawa dalam pembahasan Komisi VII dengan kementerian dan pemangku kepentingan terkait.
Menurutnya, penguatan hilirisasi harus memastikan keunggulan bahan baku sawit memberikan manfaat lebih besar bagi perekonomian nasional. Industri pengolahan juga perlu terus didorong agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah dan berdaya saing global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....