Jateng Usulkan Dua Pahlawan Nasional, Ada Kakek Prabowo dan Kiai Sholeh Darat

  • 26 Agt 2026 15:57 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengusulkan dua tokoh asal daerah ini untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional pada 2026. Keduanya adalah KH Sholeh Darat dari Kota Semarang dan Raden Mas Margono Djojohadikusumo dari Banyumas, yang merupakan kakek Presiden RI Prabowo Subianto.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Isriadi Widodo, mengatakan usulan tersebut telah melalui proses pengkajian secara berjenjang. Mulai dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat.

Pemprov Jateng, kata dia, memiliki peran melalui Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah untuk meneliti jasa dan perjuangan tokoh yang diusulkan masyarakat sebelum diteruskan ke Kementerian Sosial. “Usulan itu dikaji secara berjenjang. Dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, sampai pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial,” kata Isriadi Widodo, Rabu 26 Agustus 2026.

Saat ini, usulan dua tokoh tersebut telah berada dalam proses penilaian di Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat. Namun, keputusan akhir pemberian gelar Pahlawan Nasional merupakan hak prerogatif Presiden dengan mempertimbangkan rekomendasi Dewan Gelar di tingkat pusat.

Selain dua nama yang baru diusulkan pada 2026, Pemprov Jateng juga kembali menyampaikan lima nama tokoh lain yang sebelumnya telah diusulkan, namun belum memperoleh persetujuan. Dengan demikian, terdapat tujuh tokoh asal Jawa Tengah yang saat ini diperjuangkan untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.

Salah satu tokoh yang menjadi perhatian adalah Raden Mas Margono Djojohadikusumo. Tokoh asal Banyumas tersebut dinilai memiliki jasa besar dalam membangun fondasi perekonomian Indonesia pada awal masa kemerdekaan.

Menurut Isriadi, Margono dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam pendirian Bank Negara Indonesia atau BNI 1946. Keberadaan bank tersebut dinilai memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Republik Indonesia yang saat itu baru berdiri.

Selain di bidang ekonomi, Margono juga memiliki peran dalam pemerintahan pada masa awal kemerdekaan. Ia pernah menjadi anggota BPUPKI dan terlibat dalam sejumlah proses penting dalam perjalanan bangsa, termasuk Perundingan Roem-Royen dan Konferensi Meja Bundar.

“Jasa utama beliau adalah di bidang perekonomian Republik Indonesia pada awal kemerdekaan. Selain itu, beliau juga memiliki peran dalam berbagai proses penting perjuangan dan pemerintahan,” ujar Isriadi.

Usulan Margono Djojohadikusumo berasal dari masyarakat Banyumas dan telah berproses sejak 2025. Setelah melalui evaluasi dan sejumlah kelengkapan administrasi, Pemprov Jateng meneruskan usulan tersebut ke Kementerian Sosial pada 6 April 2026.

Terkait adanya informasi mengenai penolakan dari sebagian pihak keluarga terhadap pengusulan tersebut, Isriadi menegaskan persetujuan keluarga telah dilengkapi secara tertulis sebagai bagian dari persyaratan administrasi.

Ia juga menepis anggapan bahwa pengusulan Margono berkaitan dengan posisi cucunya, Prabowo Subianto, sebagai Presiden RI. Menurutnya, pengusulan dilakukan berdasarkan jasa dan kontribusi tokoh tersebut bagi bangsa dan negara.

“Yang menjadi dasar adalah jasa-jasa beliau. Yang memang perlu diangkat dan dikaji,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....