Program B50 Resmi Bergulir, DPRD Jateng Soroti Dampak Lingkungan dan Ekonomi

  • 03 Jul 2026 13:33 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo- Pemerintah mulai menjalankan program mandatori biodiesel B50, campuran 50% biodiesel dari minyak sawit dan 50% solar sebagai langkah memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan tersebut mendapat dukungan dari DPRD Jawa Tengah, namun implementasinya diminta tetap memperhatikan dampak lingkungan dan manfaat ekonomi bagi daerah.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Fraksi PKB, Muhaimin, menilai program B50 sejalan dengan kebutuhan nasional. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian.

"Pemberlakuan mandatori B50 ini kan tujuannya adalah memperkuat ketahanan energi nasional. Kedua, mengurangi ketergantungan BBM kita, ketiga, sekaligus menjadikan nilai tambah tersendiri. Ini langkah strategis apabila dijalankan secara bertanggung jawab," ujar Muhaimin saat dikonfirmasi, Kamis, 2 Juli 2026.

Meski mendukung, Muhaimin mengingatkan agar pelaksanaan program dilakukan secara adil dan berkelanjutan. Ia menekankan, peningkatan kebutuhan bahan baku biodiesel tidak boleh memicu pembukaan lahan baru yang merusak lingkungan.

"Peningkatan kebutuhan bahan baku biodiesel ini tidak boleh menjadi alasan untuk membuka lahan secara masif. Apalagi sampai terjadi deforestasi di negara kita," ucapnya.

Selain menjaga kelestarian lingkungan, Muhaimin berharap Jawa Tengah dapat merasakan manfaat langsung dari implementasi B50. Ia mendorong penguatan industri pengolahan biodiesel di daerah serta peningkatan jaringan logistik distribusi.

"Logistik di Jawa Tengah sendiri lebih kuat. Ini bisa memperkuat sistem ekonomi di masyarakat kita," katanya.

Menurut Muhaimin, program B50 juga tidak boleh menjadi titik akhir transisi energi nasional. Pemerintah didorong terus mengembangkan sumber energi terbarukan lain, seperti panas bumi, tenaga surya, dan biomassa agar bauran energi nasional ini semakin kuat.

Di sisi lain, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Purworejo, Wahyu berharap program B50 mampu menekan harga solar sehingga biaya produksi dapat berkurang. Dampaknya diharapkan ikut meningkatkan daya beli masyarakat, membuka lapangan kerja, dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

"Sebagai masyarakat, kami berharap program ini tidak hanya menguntungkan negara. Akan tetapi juga berdampak pada ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, dan membuat harga kebutuhan pokok tetap stabil," kata Wahyu. (ags)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....