Konsil Veteriner Indonesia Resmi Diluncurkan Secara Nasional
- 20 Jun 2026 17:15 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Langkah strategis dalam memperkuat tata kelola profesi kedokteran hewan dan meningkatkan kualitas kesehatan hewan nasional kembali digulirkan melalui pembentukan Konsil Veteriner Indonesia (KVI). KVI secara resmi menggelar kegiatan Launching Nasional dan Konsolidasi Organisasi yang dipusatkan di Studio Dreamlight World Media, Ungaran, Kabupaten Semarang, Sabtu, 20 Juni 2026.
Prosesi peluncuran ini dihadiri langsung oleh unsur pemerintah, organisasi profesi, organisasi pendidikan tinggi, organisasi paramedik veteriner, pelaku industri nasional bidang veteriner, serta berbagai pemangku kepentingan utama kesehatan hewan di Indonesia. Lembaga independen ini dibentuk sebagai perwujudan wadah bersama guna memenuhi standar tata kelola profesi veteriner internasional yang direkomendasikan oleh World Organisation for Animal Health (WOAH).
Dalam arahannya, Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Dr. Hendra Wibawa, M.Sc., Ph.D., menegaskan, pemerintah berkomitmen penuh memberikan dukungan regulasi yang kuat demi mendukung eksistensi lembaga baru ini. Kehadiran KVI diharapkan mampu membawa perubahan fundamental bagi penguatan mutu dan standardisasi kompetensi tenaga veteriner di tanah air.
"Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan akan mendukung melalui penyusunan RUU Kedokteran Hewan ataupun revisi Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Keberadaan Konsil Veteriner Indonesia bukan hanya untuk memenuhi tuntutan standar internasional, tetapi secara fundamental akan mengubah ekosistem kedokteran hewan dan para profesional kita," tegas Hendra.
Dirinya juga menambahkan bahwa selain berfokus pada standardisasi internal profesi, KVI didesain secara nyata untuk memberikan perlindungan penuh kepada masyarakat luas selaku pengguna jasa layanan kesehatan hewan. Lembaga ini akan memegang peran penting sebagai tempat pengaduan resmi terhadap kualitas pelayanan publik yang diberikan oleh para profesional dokter hewan.
"Pertama, tentunya manfaatnya bagi masyarakat. Konsil Veteriner Indonesia akan menjadi tempat yang bisa kita gunakan untuk mengadu terkait layanan publik yang telah diberikan oleh dokter hewan ataupun para profesional. Dan ini menjadi tanggung jawab kita sebagai profesi untuk menjaga layanan kesehatan hewan secara paripurna dan profesional," imbuhnya.
Sementara itu, Pembina KVI, Dr. Rahmat Shah, memberikan pesan mendalam kepada jajaran pengurus KVI periode 2026-2027 yang baru saja merumuskan berbagai program prioritasnya. Ia mengimbau agar seluruh jajaran profesional veteriner senantiasa mengedepankan integritas dan fokus pada kerja nyata yang tulus di lapangan ketimbang sekadar mengejar popularitas semata.
"Jangan kita seperti ayam. Ayam itu telur satu, berkokoknya lompat sana lompat sini, sampai telurnya pun pecah, akhirnya jatuh. Tapi lihat penyu, merangkak pelan dia. Ngerayap, gali pasir, dia tanam, orang pun enggak tahu dia udah nelor ratusan telur. Jadi kita ambil ilmu penyu aja. Kita cool aja kalau mengerjakan sesuatu, yang nilai di atas," pungkas Rahmat Shah.
Melalui penataan program prioritas dan penguatan sinergi lintas sektor dalam kerangka One Health, KVI diharapkan segera bergerak optimal dalam menangani isu kesehatan hewan. Momentum peluncuran nasional ini didorong untuk melahirkan standardisasi pelayanan yang kredibel, akuntabel, serta berdampak nyata dalam memproteksi kesehatan hewan maupun masyarakat Indonesia secara menyeluruh. (eka)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....