Listrik Masuk Rumah Markamah di Purworejo, Bahlil: Ini Wujud Kehadiran Negara

  • 20 Jun 2026 12:44 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia bersama Bupati Purworejo Yuli Hastuti menaikkan saklar listrik di rumah sederhana milik Markamah warga Dusun Krembeng, Desa Hadimulyo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, pada Jumat, 29 Juni 2026. Bagi Markamah, penyalaan itu bukan sekadar lampu yang menyala.

Listrik menjadi penanda perubahan besar dalam ritme hidup keluarga. Akses energi itu hadir lewat Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), program pemerintah untuk warga kurang mampu yang belum tersambung jaringan PLN.

Menteri ESDM Bahlil menegaskan program ini menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto. Ini agar seluruh rakyat Indonesia mendapat akses penerangan.

"Sesuai perintah Bapak Presiden Prabowo untuk menyediakan akses penerangan bagi seluruh rakyat Indonesia, maka Kementerian ESDM penyediaan akses energi listrik bagi masyarakat tanpa terkecuali karena setiap warga negara mempunyai hak yang sama. Penyediaan akses penerangan ini juga wujud kehadiran negara bagi masyarakat yang sulit mendapatkan akses listrik," kata Bahlil.

Ia menekankan, listrik sebagai infrastruktur dasar. Mantan anak kampung yang lahir tanpa listrik itu paham betul dampaknya.

"Saya kan mantan anak kampung yang lahir tanpa listrik soalnya. Jadi, akses listrik harus bisa dirasakan oleh semua masyarakat. Bagaimana orang bisa sekolah pintar? bagaimana orang bisa akses informasi dari luar maupun dari dalam dengan cepat? bagaimana anak-anak SD bisa sekolah yang baik kalau tidak ada akses digitalisasi? Jadi, saya pikir ini salah satu infrastruktur dasar yang harus dilakukan," tuturnya.

Menurut Bahlil, negara wajib hadir di wilayah yang secara komersial belum layak dibangun jaringan karena jumlah pelanggan sedikit dan investasi besar. Selain menaikkan saklar, ia juga menyerahkan token listrik kepada salah satu penerima bantuan.

Program BPBL bersama Program Listrik Desa (Lisdes) dijalankan Kementerian ESDM bersama PT PLN untuk menjangkau wilayah yang belum teraliri listrik. Sasarannya warga di daerah terpencil, terisolir, atau belum tersentuh jaringan.

Data hingga 2025, realisasi Lisdes sudah menjangkau 1.403 lokasi dari Aceh hingga Papua Selatan. Sementara BPBL telah dipasang untuk 220.845 rumah tangga kurang mampu. Dari jumlah itu, 19.161 rumah tangga berada di Provinsi Jawa Tengah.

Bagi Markamah dan warga Krembeng, saklar yang dinaikkan Jumat itu artinya aktivitas rumah tangga lebih mudah, anak bisa belajar malam hari, dan akses informasi terbuka lebih lebar. Listrik yang dulu hanya angan, kini menjadi kenyataan.(Ags)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....