Perkuat Posisi Global, KEK Industropolis Batang Bidik Investor Jepang
- 26 Mei 2026 12:11 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang — Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang memperkuat posisinya di panggung internasional dengan membidik investor Jepang pada sektor industri teknologi tinggi. Langkah strategis tersebut ditandai melalui partisipasi aktif dalam Investment Business Forum Indonesia–Japan di Tokyo, Jepang, sebagai upaya memperkenalkan potensi investasi sekaligus menarik minat pelaku industri global.
Forum bisnis yang berlangsung pada 22 Mei 2026 itu diselenggarakan secara kolaboratif bersama KBRI Tokyo, Bank Indonesia (BI) Tokyo, Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Tokyo atau BKPM, serta JETRO di Bellesalle Kanda, Tokyo. KEK Industropolis Batang memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas jejaring investasi, khususnya pada sektor high-tech industry.
Selain mengikuti forum investasi, manajemen KEK Industropolis Batang juga melakukan kunjungan komparatif ke Tsukuba Science City di Jepang. Langkah ini dilakukan guna mempelajari integrasi kawasan industri, pusat riset, dan lingkungan hunian modern yang berkelanjutan.
Melalui studi tersebut, KEK Industropolis Batang berupaya mengembangkan konsep kawasan industri masa depan yang tidak hanya menjadi pusat produksi. Kawasan ini juga diharapkan mampu menarik dan mempertahankan talenta terampil seperti insinyur, peneliti, hingga keluarga mereka melalui tata kota yang nyaman dan modern.
Head of Industrial Sales KEK Industropolis Batang, Irma Sefrinta menegaskan visi kawasan tersebut melampaui konsep kawasan industri konvensional. “KEK Industropolis Batang berkomitmen menjadikan Batang sebagai pusat inovasi berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya melalui siaran pers, Selasa, 26 Mei 2026.
Langkah tersebut juga sejalan dengan target investasi forum yang membidik sektor masa depan seperti ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV), alat kesehatan, elektronik, hingga energi terbarukan. Sektor-sektor tersebut dinilai memiliki prospek besar untuk mendorong pertumbuhan industri nasional.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati menyebut daya tarik utama kawasan tersebut terletak pada kesiapan infrastruktur dan ekosistem terpadu. “KEK Industropolis Batang tidak hanya sekadar menyediakan lahan industri siap pakai, melainkan mengintegrasikan tiga sektor utama sekaligus, yaitu industrial & Processing, logistic & distribution, tourism,” katanya.
Sementara itu, Direktur Promosi Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Tokyo, Cahyo Purnomo mengatakan hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang telah terjalin kuat selama lebih dari enam dekade. Jepang juga dinilai konsisten menjadi salah satu investor terbesar dan paling terpercaya bagi Indonesia.
“Pada tahun 2025 saja, realisasi investasi langsung (FDI) Jepang mencapai USD 3,12 miliar. Total investasi dalam lima tahun terakhir melampaui USD 18 miliar dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 13,2 persen,” ujar Cahyo.
Dukungan kuat juga disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta. Ia menegaskan, sinergi ekonomi Indonesia dan Jepang merupakan langkah konkret dalam memperkuat investasi berkelanjutan sekaligus mempererat integrasi rantai pasok global di kawasan Asia.
“KEK Industropolis Batang memiliki proposisi nilai yang sangat kuat bagi investor High-Tech Jepang. Terutama melalui dukungan kebijakan Local Currency Transaction (LCT), stabilitas sistem keuangan nasional, serta integrasi insentif fiskal yang komprehensif untuk menciptakan iklim investasi yang semakin kompetitif dan berdaya saing global,” katanya.
Menurutnya, kombinasi antara kesiapan infrastruktur, dukungan regulasi, dan arah pengembangan industri masa depan menjadikan KEK Industropolis Batang sebagai salah satu kawasan strategis yang potensial. Khususnya, untuk mendukung ekspansi industri Jepang di Indonesia.
Rangkaian agenda di Tokyo ditutup dengan sesi business matching bersama mitra strategis Jepang untuk mendalami tren pasar dan skema insentif investasi. KEK Industropolis Batang optimistis langkah tersebut dapat memperkuat posisinya sebagai destinasi investasi unggulan di Asia Tenggara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....