Gebrakan 100 Hari, Presiden Resmikan 37 Proyek Ketenagalistrikan
- 22 Jan 2025 05:11 WIB
- Semarang
KBRN, Jakarta : Pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tancap gas mempersiapkan pembangunan untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional 8%. Dalam 100 hari masa pemerintahannya, diresmikan 37 proyek ketenagalistrikan di 18 provinsi, pada Senin (20/01/2025) di PLTA Jatigede, Sumedang, Jabatr.
Langkah inipun tercatat sebagai peresmian proyek ketenagalistrikan terbesar di dunia. Presiden Prabowo menekankan pentingnya penguatan sektor ketenagalistrikan sebagai bagian dari swasembada energi demi kesejahteraan rakyat.
Pembangkit-pembangkit baru berkapasitas total 3.222,75 MW ini menjadi sumber pasokan kelistrikan industri, kawasan pembangunan baru, termasuk wilayah-wilayah terpencil. "Kita ingin menjadi negara modern, negara maju,” ucap Presiden melalui rilis Selasa (21/1/2025).
“Kita ingin meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia. Kita ingin menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia. Untuk itu kita butuh untuk menjadi negara industri," ungkap Prabowo.
Ketersediaan pasokan listrik yang andal, bersih, dan terjangkau membuat industri akan tumbuh subur dan investasi mengalir ke Indonesia. MenteriESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan secara masif adalah kunci kesiapan pertumbuhan ekonomi 8%.
"(Ini) dalam rangka menerjemahkan kebijakan Bapak Presiden untuk kita menyiapkan infrastruktur listrik. Arahnya mencapai pertumbuhan ekonomi kita di sekitar 8%," ujar Bahlil.
Bahlil juga mengatakan pentingnya membangun transmisi untuk menyalurkan listrik dari pembangkit-pembangkit EBT ke pusat-pusat demand. Ini dilakukan supaya konsumsi listrik per kapita melompat menjadi 6.000 sampai 6.400 kWh per kapita per tahun.
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo menyatakan siap melaksanakan komitmen Pemerintah di sektor ketenagalistrikan yang disusun Kementerian ESDM. “PLN terus membangun kapasitas SDM kolaborasi yang semakin luas dengan berbagai negara dan perusahaan nasional maupun multinasional,” pungkas Darmawan.
Proyek strategis ketenagalistrikan yang diresmikan Presiden RI kali ini meliputi 26 pembangkit listrik dengan total kapasitas 3.222,75 MW. Dan 11 jaringan transmisi dan gardu induk sepanjang 739,71 kms dengan kapasitas 1.740 Megavolt Ampere (MVA).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....