Diskon Listrik Mulai Berlaku, Tak Perlu Buru-Buru Beli Token
- 02 Jan 2025 01:39 WIB
- Semarang
KBRN, Jakarta : PT PLN memastikan paket stimulus ekonomi potongan tarif listrik 50% bagi pelanggan daya 2.200 Volt Ampere ke bawah. Potongan itu sudah dapat dinikmati sejak 1 Januari 2025.
Sesuai penetapan Pemerintah, program ini akan diberlakukan hingga Februari 2025. Pelanggan khususnya prabayar yang ingin melakukan pembelian token listrik tidak perlu terburu-buru karena diskon masih berlaku sepanjang bulan.
Dirut PLN Darmawan Prasodjo menerangkan bahwa potongan tarif listrik 50% dapat dinikmati secara otomatis dan tanpa mekanisme berbelit. "Kami juga memastikan dengan sistem layanan pelanggan yang sudah terdigitalisasi,” ucap Darmawan melalui rilis pada Rabu (1/1/2024).
“Pelanggan dapat dengan mudah untuk menikmati program ini tanpa perlu ada proses registrasi maupun mekanisme berbelit,” jelas Darmawan. Sesuai Keputusan Menteri ESDM, pemberian diskon 50% diberikan kepada pelanggan rumah tangga berlaku selama dua bulan yaitu Januari dan Februari 2025.
Untuk pelanggan pascabayar potongan tarif 50% berlaku otomatis ketika melakukan pembayaran tagihan listrik periode Januari-Februari 2025. Sementara bagi pelanggan prabayar cukup membeli setengah (50%) dari biasanya untuk mendapatkan energi (kWh) yang sama di manapun.
"Untuk pelanggan pascabayar, nominal tagihan bulanan akan secara otomatis dikurangi 50% pada saat bayar listrik. Sedangkan untuk pelanggan prabayar, potongan 50% akan langsung didapatkan saat pelanggan membeli token listrik di manapun," jabar Darmawan.
Purwaningsih (58) warga Jakarta Selatan pelanggan 1.300 VA mengungkapkan bahwa dirinya telah berhasil menikmati potongan tarif listrik tersebut. Baginya program ini sangat bermanfaat terutama untuk meringankan beban belanja rumah tangga.
Begitupun Yusuf (43) asal Bandung bersyukur langsung mendapatkan potongan token sebesar 50 persen di hari pertama program ini. "Saya tadi beli token 100 ribu (Rupiah) dan langsung mendapatkan jumlah token (kWh) seharga 200 ribu," pungkas Yusuf.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....