Delapan SPPG di Kabupaten Magelang Tutup Sementara
- 18 Des 2025 19:19 WIB
- Semarang
KBRN, Magelang: Sebanyak 8 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Magelang berhenti melayani pemberian makan bergizi gratis. Pemberhentian sementara tersebut dilakukan dalam rangka penataan dan penyesuaian administrasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat.
Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Magelang, Nrangwesthi Widyaningrum, penghentian tersebut tidak berkaitan dengan isu keamanan pangan, kualitas makanan, maupun kejadian luar biasa. “Dalam rangka memastikan tata kelola program berjalan lebih tertib, akuntabel, dan sesuai ketentuan,“ katanya, Kamis (18/12/2025).
Ia menjelaskan, BGN sedang melakukan proses perbaikan dan penataan agar layanan ke depan dapat berjalan lebih optimal. Namun, pihaknya tidak dapat memastikan kapan pengoperasionalan kembali 9 SPPG tersebut.
Selain itu, pihaknya juga tidak memerinci 8 SPPG di Kabupaten Magelang yang tutup sementara. Menurutnya, di Kabupaten Magelang saat ini terdapat 103 SPPG, dan jumlah SPPG yang beroperasional ada sebanyak 69 SPPG.
Sementara itu, Supervisor SPPG Arka Dewi Candra Maya Dapur Mandiri, Desa Banaran, Grabag, Kabupaten Magelang, Sukardiyono turut memberikan penjelasan. Ia membantah penghentian sementara SPPG disebabkan karena kendala pencairan anggaran dari BGN.
“Ini merupakan kebijakan dari MBG pusat. Tutup tahun ini, semua dapur SPPG dana operasionalnya dihabiskan, nanti setelah tahun baru, dananya mulai dari nol lagi,” kata Sukardiyono.
Ia menambahkan, masa penghentian sementara tersebut dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan di beberapa titik SPPG tersebut. Di antaranya pengecatan ulang dinding bangunan SPPG, penambahan alat sirkulasi udara di bagian dapur dan pembangunan taman agar lebih asri.
Ditemui terpisah, Kepala MI Ma’arif Dusun Pendem, Grabag, Sab’atun Lailiyah mengatakan, pihaknya telah menerima surat pemberitahuan dari SPPG Arka Dewi Candra Maya pada 15 Desember 2025. “Kami tidak tahu alasannya dan belum tahu batas waktunya,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya menjadi salah satu sekolah penerima manfaat MBG sejak 9 September lalu. Sementara, penerima manfaat MBG di sekolahnya ada sebanyak 120 siswa.(wied)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....