Mengenal Corak Wayang Gatutkaca dari Sisi Seni Kriya
- 20 Nov 2025 22:53 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Karena Dewi Arimbi (ibu Gatutkaca) sesungguhnya seorang raseksi (raksasa perempuan). Maka dulu Gatotkaca dalam Wayang Kulit Purwa digambarkan berujud raksasa, lengkap dengan taringnya.
Namun sejak Susuhunan Paku Buwana II memerintah Kartasura, penampilan peraga wayang Gatotkaca dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa diubah.
Menjadi ksatria tampan dan gagah, dengan wajah mirip Bima. Yang diambil sebagai pola adalah bentuk seni rupa wayang peraga Antareja tetapi diberi praba.
Nama Gatotkaca yang diberikan pada anak Bima ini berarti “rambut gelung bundar”. Gatot artinya sesuatu yang berbentuk bundar, sedangkan kata kaca artinya rambut.
Nama itu diberikan karena waktu lahir anak Bima itu telah bergelung rambut bundar di atas kepalanya.
Dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Surakarta tokoh Gatotkaca ditampilkan dalam enam wanda. Yakni wanda Kilat, Tatit, Guntur, Panglawung, Gelap, dan Dukun.
Pada tahun 1960-an Ir. Sukarno Presiden RI, menambah lagi dengan tiga wanda ciptaannya, yakni Gatotkaca wanda Guntur Geni, Guntur Prahara dan Guntur Samodra. Pelaksanaan pembuatan wayang Gatotkaca untuk ketiga wanda itu dilakukan oleh Ki Cerma Saweda dari Surakarta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....