Sunan Kalijaga, Wali Nyentrik Mantan Pencuri

  • 20 Sep 2025 19:23 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Sunan Kalijaga merupakan salah satu anggota Walisongo yang paling terkenal dan berpengaruh dalam penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Sosoknya yang legendaris memiliki kisah hidup yang penuh lika-liku, dari seorang pencuri hingga menjadi wali yang dihormati.

Nama asli Sunan Kalijaga dan asal-usul julukannya masih menjadi perdebatan hingga kini. Mari kita telusuri lebih dalam tentang sejarah hidup, metode dakwah, dan warisan budaya dari salah satu tokoh penyebar Islam terkemuka di Nusantara.

Sunan Kalijaga mempunyai nama kecil Raden Sahid juga dijuluki Syekh Malaya. Ia adalah anak dari adipati Tuban bernama Tumenggung Wilatikta atau Raden Sahur.

Agama Islam ia pelajari dari Sunan Bonang. Dari Sunan Bonanglah ia belajar menggunakan kesenian dan kebudayaan sebagai alat untuk menyebarkan agama Islam.

Kesenian yang kerap ia gunakan untuk berdakwah adalah wayang kulit dan tembang suluk. Banyak masyarakat yang memercayai bahwa tembak suluk Lir-Ilir dan Gundul-Gundul Pacul adalah hasil karya Sunan Kalijaga.

Nama asli Sunan Kalijaga yang paling banyak disebut dalam berbagai sumber sejarah adalah Raden Sahid atau Raden Said. Beliau diperkirakan lahir pada tahun 1450 Masehi di Tuban, Jawa Timur.

Ayahnya bernama Tumenggung Wilatikta yang menjabat sebagai bupati Tuban, sementara ibunya bernama Dewi Nawangrum. Meski demikian, ada beberapa versi lain terkait nama asli dan silsilah Sunan Kalijaga:

Beberapa sumber menyebut nama aslinya adalah Raden Mas Syahid.

Ada yang berpendapat bahwa Sunan Kalijaga merupakan keturunan Tiongkok dengan nama asli Oei Sam Ik, yang berasal dari ayahnya Wilatikta keturunan Oei Tik Too.

Pendapat lain menyatakan Sunan Kalijaga adalah keturunan Arab bernama Syaikh Malaya.

Dalam Babad Tuban disebutkan bahwa Sunan Kalijaga merupakan keturunan ke-24 dari Nabi Muhammad SAW.

Terlepas dari berbagai versi tersebut, yang pasti Raden Sahid terlahir sebagai putra seorang bangsawan dan mendapat gelar Raden Mas karena darah ningratnya. Ia hidup pada masa peralihan dari kejayaan Kerajaan Majapahit menuju era Kesultanan Demak yang bercorak Islam.

Sunan Kalijaga merupakan salah satu Walisongo asli Jawa. Sunan Kalijaga meninggal pada pertengahan abad XV dan makamnya ada di desa Kadilangu, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....