Mengenal Panembahan Senopati, Pendiri Kerajaan Mataram Islam

  • 02 Agt 2025 21:49 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Jika kita bebicara tentang sejarah Mataram Islam, salah satu nama yang tak bisa dilewatkan untuk dibahas adalah Panembahan Senopati. Panembahan Senopati memiliki nama asli Danang Sutowijoyo yang juga dikenal sebagai Sutawijaya, putra Ki Gede Pemanahan, pendiri cikal bakal kerajaan Mataram Islam.

Awal mula berdirinya kerajaan Mataram Islam ketika Danang Sutawijaya dan Ki Ageng Pamanahan membantu Sultan Hadi Wijaya Raja Pajang untuk membunuh Aryo Penangsang. Sultan Hadiwijaya (Jaka Tingkir) kemudian menghadiahkan tanah Mentaok (di Kotagede, Yogyakarta sekarang) kepada Ki Ageng Pamanahan dan Sutawijaya.

Pada masa kepemimpinan Ki Ageng Pamanahan status Mataram Islam hanyalah sebuah kadipaten yang menjadi wilayah bawahan Kerajaan Pajang. Namun, setelah Ki Ageng Pamanahan wafat pada 1575 M, Danang Sutawijaya melepaskan diri dari kerajaan Pajang dan mendirikan kerajaan Mataram Islam pada 1582 M.

Pasca berhasil memerdekan kerajaan Mataram Islam, Sutawijaya mengangkat dirinya jadi sultan dengan gelar Panembahan Senopati. Panembahan Senopati bergelar “Senopati ing Alaga Sayidin Panatagama”

Gelar Senopati ing Alaga untuk sebutan panglima perang, sedangkan Sayidin Panatagama berarti raja berkuasa atas pemerintahan dan keagamaan.

Kerajaan Mataram Islam pada masa pemerintahan Panembahan Senopati merupakan sebuah kerajaan agraris yang beribukota di Kotagede. Dibawah kepemimpinanya, Kerajaan Mataram Islam tumbuh menjadi kerajaan yang besar dan berhasil menguasai daerah Kerajaan Pajang yang sedang dilanda perang saudara.

Panembahan Senopati juga berhasil menyatukan wilayah-wilayah yang melepaskan diri dari Kerajaan Pajang. Di bawah kepemimpinan Panembahan Senopati, desa tumbuh menjadi kota yang makmur dan ramai.

Banyak kerajaan yang menjadi daerah taklukannya, antara lain Kedu, Bagelen, Pajang, dan Mangiran. Daerah timur ada Blora, Madiun, Pasuruan, Ponorogo, sedangkan wilayah Utara Jawa yaitu Jepara, Demak, dan Pati.

Pada masa pemerintahan Panembahan Senopati, agama Islam sudah dianut oleh sebagian orang Jawa di Mataram. Kebijakan Panembahan Senopati tentang agama di Kerajaan Mataram Islam misalnya mengangkat para wali Kadilangu, Demak, sebagai penasihat dan pembimbingnya.

Selain itu dalam pengembangan agama Islam, Ia juga menjaga tradisi Islam Kejawen dan Islam Pesantren di Kerajaan Mataram Islam. Panembahan Senopati juga menjadikan agama Islam sebagai dasar tata pemerintahan di dalam Kerajaan Mataram Islam.

Panembahan Senopati wafat tahun 1601 M dan dimakamkan di Kotagede, dan diganti putranya Mas Jolang yang bergelar Panembahan Hanyokrowati.

Jadi, kecamatan Kotagede merupakan salah satu kawasan bersejarah di kota Yogyakarta, karena terdapat jejak peninggalan kerajaan Mataram Islam cikal bakal Kasultanan Ngayogyakarta.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....