Ciptakan Suasana Nyaman, RSUD Batang Hadirkan Fasilitas Kafe bagi Keluarga Pasien

  • 31 Agt 2026 21:43 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Batang - Suasana RSUD Batang kini jauh lebih nyaman, serasa ada di kafe dengan aroma roti dan kopi, serta jauh dari kesan rumah sakit yang beraroma obat. Pasalnya, kini manajemen RSUD Batang menghadirkan layanan Roti Kopi (Ropi) dan kantin sehat bagi keluarga pasien maupun karyawan, agar memudahkan dalam memenuhi kebutuhan makan dan minum tanpa harus meninggalkan rumah sakit.

Direktur RSUD Batang dr. Any Rusydiani bersama manajemen rumah sakit sengaja menghadirkan layanan Ropi dan kantin sehat, yang dirancang menciptakan suasana nyaman saat keluarga menunggu pasien. "Ini bagus karena ingin menghadirkan suasana yang berbeda, supaya rumah sakit jauh dari kesan bau obat, kassa, tapi sekarang keluarga pasien lebih nyaman saat menunggu," sanjungnya, di ruang kerjanya, Senin 31 Agustus 2026.

Respons positif ditunjukkan keluarga pasien yang memanfaatkan fasilitas tersebut, karena memudahkan akses untuk mendapatkan makan dan minum di area rumah sakit. "Banyak juga keluarga pasien yang makan di situ, atau bahkan saat jam besuk, yang membeli untuk keperluan menjenguk," bebernya.

Ia menegaskan , ketika semua fasilitas berada di rumah sakit, harus memenuhi standarisasi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI). "Jelas ketika di rumah sakit tidak diizinkan menggunakan kompor atau yang menimbulkan munculnya api, beda kalau roti buatnya pakai oven listrik jadi lebih aman," tegasnya.

Pengelola Ropi, Sri Nurhayati membenarkan keberadaan layanan Ropi yang baru 1,5 bulan mendapat respons positif dari keluarga pasien yang sering memanfaatkan untuk keperluan konsumsi sembari menunggu. Tujuan utama yakni ingin menciptakan suasana nyaman kepada pengunjung maupun keluarga pasien, melalui aroma roti yang sedap.

"Justru dengan aroma roti yang baru matang bisa memberikan sugesti mempercepat proses penyembuhan. Sedangkan bagi keluarga pasien memudahkan dalam memenuhi kebutuhan konsumsi, karena biasanya pagi hari yang membutuhkan sarapan yang praktis," ujarnya.

Diakuinya, karena tidak diizinkan memasak secara langsung, maka pengelola hanya melakukan tahap akhir seperti pengovenan. "Bahan sudah dalam kondisi beku dari pusat kami tinggal mengoven tanpa proses memasak," tegasnya.

Untuk omzet berkisar 100 hingga 200 roti yang dioven tiap harinya, dengan harga antara Rp10 ribu hingga Rp17 ribu. Sedangkan jam buka mulai pukul 06.00 hingga 18.00 wib.

Salah satu pasien rawat jalan, Udin dari Desa Silurah Wonotunggal mengaku terbantu dengan kehadiran layanan toko roti di area rumah sakit karena memudahkan untuk sarapan praktis sambil berobat jalan. Saat dirawat pun banyak pula keluarga pasien yang terbantu karena memudahkan pemenuhan makan dan minum.

"Terus terang buat saya ini pertama kali nyoba karena pas berobat jalan, dan belum sarapan dari rumah. Untuk harganya ekonomis dari aroma juga menggoda selera, jadi praktis tidak perlu keluar rumah sakit karena lagi ngantri berobat," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....