Krasikan, Jajanan Tradisional Khas Jawa Tengah dan Yogyakarta
- 30 Mei 2026 19:33 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Penggemar jajanan tradisional manis pasti tak asing dengan jenang. Jenang merupakan jajanan khas Jawa Tengah dan Yogyakarta berbahan tepung ketan dengan tekstur lembek.
Umumnya, jenang ini disajikan berdampingan dengan wajik dan krasikan. Ketiganya pun populer sebagai bahan hantaran pernikahan karena nilai filosofinya yang kuat.
Dalam tradisi Jawa, jenang sering diartikan sebagai simbol syukur. Teksturnya yang lengket juga dimaknai dengan eratnya hubungan, sehingga tak heran sering digunakan sebagai bahan hantaran pernikahan.
Jenang mempunyai tekstur halus lembut, wajik dengan tampilan beras utuh namun juga lembut. Berbeda dengan jenang dan wajik, krasikan terbilang cukup unik.
Meski lembut, krasikan mempunyai sensasi rasa “kres-kres” di dalamnya. Butir-butir kasar ini berasal dari beras ketan yang disangrai lalu ditumbuk kasar.
Beras ketan yang sudah disangrai lalu ditumbuk kasar, dicampur dengan santan, garam dan gula merah. Setelahnya, dimasak hingga matang mendidih lalu ditaruh ke dalam wadah.
Setelah adonan matang, tunggu krasikan dingin dan set dengan wadah, kemudian diiris dan dikemas. Kemasan krasikan beragam, ada yang dikemas dengan plastik kecil dalam sekali makan, atau timbangan, misal seperempat kilogram.
Rasanya yang manis legit dengan sensasi “kres-kres” di dalamnya membuat krasikan menjadi salah satu primadona jajanan tradisional. Krasikan cukup mudah diperoleh di toko oleh-oleh seputar Jawa Tengah dan Yogyakarta.
W
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....