Bangket Jahe, Nostalgia Kukis Jadul

  • 30 Mei 2026 18:02 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Perkembangan kuliner saat ini sungguh luar biasa. Berbagai inovasi terus dilakukan pelaku usaha kuliner, sehingga muncullah berbagai jenis dan rasa baru, pengembangan dari resep pendahulunya.

Namun menariknya, meski banyak jajanan kekinian, jajanan jadul tak kalah pamor. Jajanan jadul mempunyai pecintanya yang loyal, sehingga tetap saja dicari.

Bagi penikmat kukis, pasti kenal bangket jahe. Ini adalah kukis jaman dulu yang legend berbahan tepung tapioka.

Kukis ini menggunakan parutan jahe alami sebagai perasanya. Jahe diparut, dicampur dengan gula merah dan air lalu diambil sarinya dan dicampurkan dengan bahan lainnya.

Tepung tapioka terlebih dulu disangrai. Lalu dicampurkan dengan kocokan telur ayam, santan, gula merah, garam dan air jahe.

Tekstur bangket jahe terlihat keras, tapi ketika dimakan bakal langsung lumer di mulut. Rasanya manis, dengan sensasi jahe yang muncul di rasa maupun aroma.

Dulu bangket jahe dijual dengan berat timbangan tertentu sesuai permintaan, misalnya seperempat, setengah atau satu kilogram. Namun sekarang dengan adanya berbagai jenis kemasan, bangket jahe juga lebih praktis siap untuk dibeli.

Bangket jahe paling cocok dinikmati dengan secangkir kopi atau teh sembari bercengkerama bersama teman atau keluarga. Selain bernostalgia dengan rasa yang otentik, tubuh juga akan terasa hangat, karena jahe bermanfaat untuk menghangatkan tubuh.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....