Mengenal Isi Selat Solo yang Khas
- 20 Mei 2026 14:12 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Selat Solo merupakan salah satu kuliner legendaris dari Kota Solo yang terkenal dengan cita rasanya yang unik. Hidangan ini sering disebut sebagai perpaduan masakan Jawa dan pengaruh kuliner Eropa.
Disebut demikian karena tampilannya menyerupai steak, tetapi disajikan dengan kuah segar bercita rasa manis gurih khas Jawa. Keistimewaan Selat Solo terletak pada isiannya yang lengkap.
Dalam satu piring, terdapat galantin dan telur, aneka sayuran segar, serta kuah bening kecokelatan yang ringan namun kaya rasa. Kombinasi inilah yang membuat Selat Solo terasa istimewa dan berbeda dari hidangan lain.
- Galantin dan Telur
| Baca juga: Kuliner Legendaris Solo, Ledre |
Salah satu komponen paling penting dalam Selat Solo adalah galantin. Galantin biasanya dibuat dari daging sapi giling yang dicampur bumbu, telur, dan sedikit tepung roti.
Adonan tersebut dibentuk memanjang dan dikukus hingga matang. Teksturnya lembut dengan rasa gurih yang meresap.
Galantin menjadi sumber rasa utama Selat Solo karena memberikan sensasi mirip steak tradisional, tetapi dengan cita rasa lokal. Selain galantin, hidangan ini juga dilengkapi telur rebus.
Telur memberikan tambahan rasa gurih sekaligus membuat sajian terasa lebih lengkap dan mengenyangkan. Dalam beberapa versi, telur bahkan dimasak kecokelatan agar lebih kaya rasa.
- Sayuran Segar
Keunikan lain Selat Solo adalah penggunaan berbagai macam sayuran rebus dan segar. Sayur-sayuran ini bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting yang menciptakan keseimbangan rasa.
Beberapa sayuran yang umum digunakan antara lain wortel, kentang, buncis, daun selada, dan tomat. Kombinasi sayuran tersebut membuat Selat Solo terasa lebih sehat dan tidak membosankan.
- Kuah Selat Solo yang Manis Gurih
Bagian paling khas dari Selat Solo tentu saja kuahnya. Kuah Selat Solo memiliki warna cokelat bening dengan rasa perpaduan gurih, manis, dan sedikit asam segar.
Kuah dibuat dari kaldu daging dicampur kecap manis, bawang putih, bawang merah, pala, merica, sedikit cuka atau jeruk. Aroma rempahnya terasa lembut dan tidak terlalu kuat sehingga tetap ringan dinikmati.
Berbeda dengan sup biasa, kuah Selat Solo cenderung tipis dan ringan. Justru kesederhanaan kuah inilah yang membuat semua isian di dalamnya terasa harmonis.
Saat disantap bersama, galantin, telur, sayuran segar, dan kuah manis gurih menciptakan perpaduan rasa yang unik. Selat Solo terasa nyaman di lidah, tidak terlalu berat, tetapi tetap mengenyangkan. (IS).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....