Membuat Kwaci dari Biji Bunga Matahari

  • 04 Mei 2026 13:05 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pecinta bunga mungkin tak akan menyangka, kalau kwaci berasal dari bunga matahari. Bunga matahari yang tampak indah berwarna kuning saat merekah, ternyata merupakan sumber bahan camilan.

Biji bunga matahari dipanen setelah bunga dipangkas lalu dijemur di bawah terik matahari. Tentu proses penjemuran ini bergantung pada cuaca.

Jika cuaca panas, maka biji bunga matahari semakin cepat kering dan siap untuk dijadikan kwaci. Sebaliknya, jika cuaca hujan, juga akan menghambat proses mendapatkan biji bunga matahari.

Setelah kering dijemur, biji bunga matahari dipisahkan dari kelopaknya. Biasanya pemisahan biji menggunakan alat bantu sederhana untuk mempermudah dan mempercepat terpisahnya biji ini.

Bisa menggunakan semacam alat pemanggang ikan yang menyerupai besi bersekat. Atau tatakan oven, yang terpenting bisa menjadi semacam alat “parut” untuk memisahkannya.

Setelah dipisahkan, biji bunga matahari bisa dijemur kembali agar lebih kering. Setelah itu dicuci sampai bersih dan siap direbus dengan garam untuk mendapatkan rasa asin yang khas.

Berikan garam dengan takaran yang cukup sesuai selera, agar rasa asinnya dapat meresap. Proses perebusan juga tidak terlalu lama, hanya sekitar 20 menit saja.

Setelah dirasa cukup matang, tiriskan, kemudian bisa kembali dijemur atau langsung disangrai. Tujuan menjemur kembali adalah mempersingkat waktu menyangrai.

Namun bila cuaca tidak mendukung, cukup lanjutkan dengan menyangrai hingga kering. Dan kwaci biji bunga matahari sudah siap disantap dengan rasa asin dari proses penggaraman dan manis alami dari bijinya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....